Market  

Indeks RI Gak Bakal Turun Hingga Frontier Market, Bos OJK Ungkap Alasannya




Jakarta, CNBC Indonesia – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) optimis empat Nilai Untuk proposal reformasi Pasar Saham Bursa Efek Indonesia (BEI) dapat menjaga posisi Indonesia agar tidak turun status Untuk emerging market menjadi frontier market Di Morgan Stanley Capital International (MSCI).

Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Saham, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon OJK Hasan Fawzi mengatakan, proposal transformasi Pasar Saham tersebut sudah dikumpulkan Hingga MSCI.

“Tentu kita harus optimis Ke satu sisi. Sebab sebetulnya tadi kalau teman-teman boleh objektif melihat, ya. Kalau pun kita Ke compare Di Situasi transparansi dan tingkat integritas Untuk bentuk keterbukaan informasi penegakan hukum Ke regional Dunia,” kata Hasan Fawzi ditemui wartawan Ke Gedung BEI, Kamis, (2/4/2026).

Hasan mengakui bahwa beberapa bulan lalu posisi Indonesia memang masih tertinggal Untuk hal transparansi dan keterbukaan informasi dibandingkan standar Dunia. Tetapi, Situasi tersebut kini telah Merasakan perbaikan seiring Di penyajian data terbaru serta berbagai inisiatif yang terus diperkuat secara berkelanjutan.

Ia menegaskan bahwa langkah perbaikan ini bukan sekadar inisiatif jangka pendek, melainkan Berencana dijadikan sebagai Keputusan permanen Melewati regulasi yang terus diperbarui. Samping Itu, komunikasi Di MSCI pun terus dikerahkan.

“Ke minggu Di sudah ada teman-teman SRO. Tapi kalau saya kemungkinan Ke minggu ketiga. Minggu ketiga Malahan ada kemungkinan kita Berencana secara khusus mendatangi mereka,” jelasnya.

Hasan merinci empat proposal tersebut. Pertama, penyediaan data kepemilikan saham Ke atas 1 persen secara bulanan Sebagai setiap emiten telah diselesaikan Di otoritas Ke 3 Maret 2026.

Kedua, peningkatan granularity klasifikasi investor Untuk Sebelumnya Itu 9 kategori menjadi 39 kategori telah dilakukan Di otoritas dan ditetapkan Ke 31 Maret 2026.

Ketiga, implementasi high shareholding concentration telah dilakukan Di otoritas Ke 2 April 2026, Supaya saham Di konsentrasi kepemilikan tinggi atau likuiditas terbatas dapat diketahui investor.

Keempat, peningkatan batas minimum free float saham emiten Untuk 7,5 persen menjadi 15 persen telah dilakukan Di otoritas Ke 31 Maret 2026.

(ayh/ayh)



Add



as a preferred

source on Google



[Gambas:Video CNBC]

Artikel ini disadur –> Cnbcindonesia Indonesia: Indeks RI Gak Bakal Turun Hingga Frontier Market, Bos OJK Ungkap Alasannya

คุณสามารถเข้าสู่ระบบการเรียนรู้และฝึกฝนเทคนิคการเล่นได้ที่ https://pgth.uk.com/ทดลองเล่นสล็อต/