Jakarta, CNBC Indonesia – Kesalahan Individu pembacaan radar Hingga Ditengah laut ternyata pernah menjadi pemicu awal konflik besar yang menelan jutaan korban jiwa Hingga tetangga RI. Peristiwa ini terjadi Di 1964, Pada kapal Konflik Bersenjata Amerika Serikat (AS), USS Maddox, berpatroli Hingga Teluk Tonkin, Vietnam.
Kala itu, Vietnam terbelah dua, Vietnam Utara yang komunis dan Vietnam Selatan yang pro-Barat. AS yang khawatir komunisme bakal meluas Hingga Asia Tenggara melakukan patroli diam-diam Di menempatkan kapal Konflik Bersenjata Hingga Teluk Tonkin.
Sayang, patroli tersebut tak berjalan mulus. Di 2 Agustus 1964, patroli USS Maddox diketahui Dari kapal patroli Vietnam Utara. Kontak bersenjata pun terjadi, tetapi tidak sampai menimbulkan korban.
Situasi ini membuat AS Meningkatkan kewaspadaan.
Puncaknya terjadi Di malam 4 Agustus 1964. Hingga Ditengah cuaca buruk dan gelombang tinggi, radar dan sonar kapal Konflik Bersenjata Menyita sinyal tak biasa. Hingga layar radar, terdapat titik putih bergerak cepat yang mengisyaratkan keberadaan kapal Foreign dan serangan torpedo mendekati USS Maddox.
Sebagaimana diceritakan Literatur America, the Vietnam War, and the World (2003), Untuk Kebugaran penuh tekanan dan tanpa konfirmasi visual yang jelas, Maddox bersama kapal pendampingnya langsung bermanuver agresif. Tembakan langsung dilepaskan Hingga arah target yang hanya terlihat Hingga layar radar.
Mereka berasumsi ada musuh Hingga Didepan mata, meski berjam-jam tak ada respons. Ironisnya, asumsi itu justru diterjemahkan sebagai tanda bahwa musuh telah kalah.
Pada matahari terbit, laporan kapal AS diserang Hingga Vietnam segera dikirim Hingga Washington. Pemerintahan Kepala Negara Lyndon B. Johnson (1963-1969) pun merespons cepat. Serangan tersebut Disorot sebagai agresi tanpa alasan Untuk Vietnam Utara Hingga perairan internasional.
Tak lama Lalu, pemerintah AS mengajukan Resolusi Teluk Tonkin Hingga Kongres. Di 7 Agustus 1964, resolusi itu disahkan dan memberi kewenangan luas kepada Kepala Negara Sebagai menggunakan kekuatan militer Hingga Asia Tenggara.
Untuk sinilah eskalasi besar dimulai.
AS Lalu mengerahkan kekuatan militernya secara masif Hingga Vietnam, termasuk pengeboman Untuk skala besar. Konflik tersebut berkembang menjadi Konflik Bersenjata Vietnam, salah satu Konflik Bersenjata paling panjang dan kontroversial Untuk sejarah modern. Menurut situs Britannica, tercatat ada 2-3 juta orang meninggal akibat invasi AS Hingga Vietnam.
Tetapi, belakangan terungkap jutaan orang yang tewas dan kerusakan akibat Konflik Bersenjata, disebabkan Dari Kesalahan Individu Di sistem radar kapal Konflik Bersenjata AS. Ternyata, Di malam 4 Agustus tersebut, serangan musuh tidak pernah terjadi. Sinyal yang ditangkap radar diduga Untuk cuaca buruk dan gelombang laut.
“Tidak ada serangan kedua Di kapal Angkatan Laut AS Hingga Teluk Tonkin Di awal Agustus 1964. Lebih jauh, bukti Menunjukkan adanya upaya yang mengkhawatirkan dan disengaja Dari Pembantu Kepala Negara Lini Pertahanan McNamara Sebagai memelintir bukti dan menyesatkan Kongres,” ungkap laporan rahasia yang Terbaru diungkap Hingga publik 40 tahun Lalu, dikutip situs U.S Naval Institute.
Akibat dorongan segelintir pihak, narasi AS diserang Vietnam tetap digunakan dan menjadi pintu masuk keterlibatan militer lebih luas. Tercatat Konflik Bersenjata berlangsung Pada lebih Untuk satu dekade dan menewaskan jutaan orang yang sebagian warga sipil.
Kepala Negara AS Lyndon B. Johnson pun mengakui Kesalahan Individu tersebut.
“Sialan, para pelaut bodoh itu ternyata cuma menembak ikan terbang!” ungkap Johnson.
Di akhirnya, Setelahnya memulai Konflik Bersenjata berdasarkan Kesalahan Individu radar, AS harus menelan Kegagalan juga. Di 30 April 1975, pasukan Vietnam Utara berhasil merebut ibu kota Vietnam Selatan, Saigon, yang menandai Unggul komunis. Untuk tak tampak kalah, AS membangun citra diri sebagai Mendominasi lewat Layar Lebar, seperti Rambo.
(mfa/luc)
Add
as a preferred
source on Google
Artikel ini disadur –> Cnbcindonesia Indonesia: Radar Kapal Konflik Bersenjata AS Mendadak Eror, Jutaan Orang Tewas Terbunuh











