Jakarta, CNBC Indonesia – Dua vila bersejarah yang berkaitan Bersama Kepala Negara Di-1 RI Soekarno dan Wakil Kepala Negara Di-1 RI Mohammad Hatta Akansegera bangkit Bersama kubur. Pembantu Kepala Negara Kebudayaan Fadli Zon Membeberkan, kedua bangunan yang berada Di kawasan Puncak, Bogor, itu didorong Sebagai dikembangkan sebagai cagar Kebiasaan Global sekaligus destinasi sejarah yang dapat memberi dampak ekonomi Untuk Komunitas Di.
“Di Daerah Puncak ini banyak situs sejarah yang berkaitan Bersama tokoh-tokoh bangsa kita. Di Daerah Megamendung misalnya, ada Villa Bung Hatta yang sudah menjadi Cagar Kebiasaan Global Kabupaten, dan kita harapkan tahun ini juga menjadi Cagar Kebiasaan Global Nasional,” kata Fadli Zon usai berkunjung Di kedua villa itu, dikutip Kamis (20/8/2026).
Kunjungan tersebut menjadi langkah strategis Kementerian Kebudayaan Sebagai meninjau secara langsung Kepuasan fisik bangunan cagar Kebiasaan Global sekaligus merumuskan tata kelola revitalisasi destinasi sejarah Di kawasan Cisarua, Bogor. Sebagai Vila Bung Hatta merupakan tempat bersejarah Sebab Di tempat inilah Hatta menikahi Rahmi Rachim Di 18 November 1945, atau hanya Di tiga bulan Setelahnya Indonesia memproklamasikan kemerdekaan.
Pernikahan tersebut sekaligus menjadi penunaian janji Hatta Sebelum masih muda Sebagai tidak menikah Sebelumnya Indonesia merdeka. Ketika Indonesia merdeka, Hatta telah berusia 43 tahun dan masih berstatus lajang.
Menariknya, perjalanan Hatta Di pernikahan juga dibantu Dari Soekarno. Kepala Negara pertama RI itu menjadi mak comblang Untuk sahabatnya sendiri. Di ditanya siapa perempuan yang ingin dinikahinya, Hatta hanya Memberi gambaran mengenai sosok yang dimaksud.
|
Pembantu Kepala Negara Kebudayaan Fadli Zon meresmkan villa soekarno Di Puncak dan villa Hatta Di Megamendung. (Dok Kementerian Kebudayaan) Foto: Pembantu Kepala Negara Kebudayaan Fadli Zon meresmkan villa soekarno Di Puncak dan villa Hatta Di Megamendung. (Dok Kementerian Kebudayaan)
|
“Gadis yang waktu itu kita jumpai Di Institut Pasteur. Yang duduk Di kamar sana, yang begini, yang begitu, tapi saya belum tahu namanya,” kata Hatta kepada Sukarno, dikutip Bersama R. Soeharto Di Saksi Sejarah (1982).
Soekarno Setelahnya Itu mengetahui bahwa perempuan tersebut adalah Rahmi Rachim, putri sahabat Hatta, Rachim. Ia pun mendatangi Rumah Rachim Sebagai menyampaikan maksud Hatta. Rahmi akhirnya menyetujui pernikahan tersebut. Hatta dan Rahmi Setelahnya Itu menikah secara sederhana Di villa kawasan Megamendung.
Fadli Mendorong percepatan Vila Bung Hatta Bersama cagar Kebiasaan Global Pangkat Kabupaten menjadi Pangkat Nasional, Sebab situs sejarah Vila Bung Hatta sangat bermakna dan menjadi tempat Mohammad Hatta Sebagai bekerja hingga melahirkan gagasan-gagasan besar yang Memberi warna dasar fondasi Untuk perjalanan bangsa.
“Di Daerah Puncak ini banyak situs sejarah yang berkaitan Bersama tokoh-tokoh bangsa kita. Di Daerah Megamendung misalnya, ada Villa Bung Hatta yang sudah menjadi Cagar Kebiasaan Global Kabupaten, dan kita harapkan tahun ini juga menjadi Cagar Kebiasaan Global Nasional,” ujarnya.
Tak hanya Vila Bung Hatta, perhatian pemerintah juga menyasar Vila Riung Gunung Di Cisarua. Di unggahannya Di akun X, Fadli Zon Membeberkan bangunan tersebut juga dikenal sebagai Villa Guntur Soekarnoputra, tempat persinggahan bersejarah milik Soekarno.
Sejarah mencatat, Di 1960, vila Soekarno tersebut merupakan vila elite bernama Riung Gunung Coffee House. Bangunan itu didesain Dari arsitek I’e Soedarsono, salah satu arsitek pembangunan Tugu Monas.
Di masa Soekarno, Kepala Negara kerap membawa tamu Negeri atau pejabat Sebagai menikmati udara segar Bersama kawasan tersebut. Lokasinya juga menawarkan pemandangan kawasan Puncak Bersama sudut yang berbeda.
Fadli Setelahnya Itu Mendorong Vila Riung Gunung agar ditetapkan sebagai cagar Kebiasaan Global. Menurutnya, kawasan Puncak Memperoleh potensi besar Sebagai dikembangkan sebagai destinasi sejarah, Kebiasaan Global, Masakan dan wisata lainnya.
“Puncak punya potensi yang luar biasa Sebagai menjadi destinasi Kebiasaan Global, destinasi Masakan, destinasi sejarah dan juga berbagai wisata lainnya. Termasuk Vila Riung Gunung ini, Di mana kita bisa melihat pemandangan Puncak Bersama satu angle yang berbeda,” ungkap Fadli.
Fadli turut Mendorong pemanfaatan Vila Riung Gunung Sebagai memajukan ekonomi berbasis Kebiasaan Global. Menurut dia, situs sejarah seperti Vila Riung Gunung bukan hanya bangunan statis yang menyimpan cerita masa lalu, Akan Tetapi kehadirannya harus bermanfaat Untuk perekonomian Komunitas Di. Fadli optimistis bangunan bersejarah tersebut Akansegera Lebihterus banyak Memikat minat Komunitas Sebagai berkunjung, khususnya generasi muda.
“Bangunan karya arsitektur ini dibangun supaya kita tidak melupakan perjalanan bangsa ini, Supaya harus kita rawat. Sebagai itu, Kementerian Kebudayaan melakukan restorasi, revitalisasi, renovasi Pada bangunan-bangunan cagar Kebiasaan Global maupun bangunan yang diduga sebagai cagar Kebiasaan Global. Vila Riung Gunung ini juga harus dikembalikan Di tujuan aslinya, sebagai semangat yang Menunjukkan kecintaan Di Kebiasaan Global bangsa kita,” beber dia.
(mfa/wur)
Artikel ini disadur –> Cnbcindonesia Indonesia: Fadli Zon Blusukan Di Villa Soekarno dan Hatta Di Puncak, Ada Apa?











