Jakarta, CNBC Indonesia – Keputusan pemerintah menutup bandara dan melarang penerbangan pesawat yang terdampak letusan Gunung Krakatau Dari Minggu (6/8/2026) merupakan langkah yang tepat.
Sebab, sejarah mencatat pernah ada pesawat nyaris jatuh akibat terkena abu vulkanik Di letusan gunung Ke Indonesia. Peristiwa itu dialami dua pesawat Asing, yakni British Airways dan Singapore Airlines, Ke 1982 Pada Gunung Galunggung Ke Jawa Barat erupsi.
Dari April 1982, Gunung Galunggung mulai meletus. Untuk pemberitaan koran Merdeka (8 April 1982), Pejabat Tingginegara Pertambangan dan Energi Subroto mengatakan letusan terjadi akibat adanya sumbatan Ke kawah gunung sebesar 8,6 juta meter kubik.
Letusan tersebut membuat Daerah Di gunung dihujani abu vulkanik. Akan Tetapi, Pada itu pemerintah tidak membuat larangan terbang Lantaran menganggap Karya Gunung Galunggung tidak Akansegera kembali Menimbulkan Kekhawatiran Untuk waktu Didekat.
Prakiraan tersebut ternyata keliru. Ke Di Karya vulkanik yang masih berlangsung, pesawat yang melintas Ke atas Daerah Jawa Barat justru Berusaha Mengatasi bahaya yang nyaris merenggut nyawa para penumpangnya.
Ke 24 Juni 1982, penerbangan British Airways rute Perth-Kuala Lumpur secara tidak sengaja memasuki kawasan yang dipenuhi abu vulkanik Pada berada Ke ketinggian 37 ribu kaki.
Dampaknya, keempat mesin pesawat mati dan meledak disertai semburan api. Pesawat pun kehilangan daya dorong dan mulai kehilangan ketinggian.Kepala Eric Moody yang memimpin penerbangan Setelahnya Itu mencoba menenangkan penumpang Melewati pengumuman Ke kabin.
“Kami punya masalah kecil. Keempat mesin mati. Kami Lagi mencoba menyalakannya kembali. Saya harap Anda tidak terlalu cemas,” ujar Moody Untuk pengumuman tenangnya kepada penumpang, seperti dikutip Di The Squirrels, dikutip Senin (7/9/2026).
Pada pesawat terus turun hingga ketinggian 12 ribu kaki, Moody mengubah arah penerbangan Ke Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta. Ke Pada yang sama, awak pesawat terus Melakukanlangkah-Langkah menghidupkan kembali mesin. Dua mesin tersisa pun berhasil menyala. Boeing 747 itu akhirnya berhasil mendarat Di selamat Ke Halim Di pukul 22.00 WIB. Sebanyak 263 penumpang selamat.
Akan Tetapi, bahaya abu vulkanik Gunung Galunggung belum berakhir. Hanya berselang Di tiga pekan, pesawat lain kembali Merasakan kejadian serupa. Kali ini giliran Singapore Airlines SQ 21A.
Ke 14 Juli 1982, pesawat Boeing 747 tersebut terbang Di Singapura Ke Sydney. Pada itu, pukul 19.40 WIB, Gunung Galunggung kembali meletus dan menyemburkan abu vulkanik Ke atmosfer.
Masalahnya, awak pesawat tidak mengetahui keberadaan abu tersebut. Material vulkanik seperti itu juga tidak dapat dideteksi Di radar Supaya pesawat tetap melanjutkan penerbangan.
Pada melintasi langit Jawa Barat Ke ketinggian Di 35 ribu kaki, dua Di empat mesin pesawat mendadak mati. Alarm darurat berbunyi. Pesawat berguncang keras dan kehilangan sebagian daya dorong. Kepala dan kopilot Setelahnya Itu menurunkan ketinggian pesawat sekaligus mengubah arah penerbangan Ke Bandara Halim Perdanakusuma.
Di hanya dua mesin yang masih berfungsi, pesawat Melakukanlangkah-Langkah mencapai Jakarta.
“Akhirnya, pesawat mendarat darurat Di pukul 23.00 WIB Ke lapangan terbang Halim, Jakarta,” tulis Harian Angkatan Bersenjata (15 Juli 1982).
Setelahnya dua insiden tersebut, Gunung Galunggung faktanya masih terus meletus dan aktivitasnya belum Menunjukkan tanda-tanda segera berakhir. Harian Merdeka (23 Agustus 1982) mencatat, Ke Tasikmalaya, pasir, kerikil hingga bebatuan turun hampir setiap hari.
Bandung dan Garut juga Merasakan hujan abu serta kerikil. Harian Suara Karya (26 Juni 1982) Membeberkan kedua kota tersebut dilanda hujan abu dan kerikil yang cukup intens.
Dua insiden penerbangan tersebut akhirnya Mendorong pemerintah mengubah Keputusan. Menurut Harian Angkatan Bersenjata (21 Juli 1982), pemerintah meminta maskapai mengubah rute penerbangan agar menjauhi Gunung Galunggung.
Keputusan itu dikeluarkan Di sepekan Setelahnya insiden Singapore Airlines. Tujuannya Sebagai mencegah terulangnya kejadian pesawat nyaris jatuh akibat abu vulkanik.
Larangan penerbangan tersebut Setelahnya Itu berlaku sampai Karya Gunung Galunggung mereda. Gunung tersebut tercatat kembali tertidur Ke 8 Januari 1983. Setelahnya itu, pesawat kembali diperbolehkan melintasi Daerah udara Jawa Barat.
(mfa/sef)
Artikel ini disadur –> Cnbcindonesia Indonesia: Terbang Ke RI, 2 Pesawat Asing Nyaris Jatuh Gegara Kena Abu Vulkanik











