Makassar, CNBC Indonesia – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) meminta industri keuangan syariah tidak hanya mengandalkan kepatuhan Di prinsip syariah Untuk menawarkan produk dan layanan kepada Komunitas. Industri juga dituntut Memperkenalkan Perkembangan yang Memiliki daya saing serta mampu menjawab kebutuhan konsumen.
Wakil Ketua Dewan Komisioner OJK Hernawan Bekti Sasongko mengatakan, Pembaruan produk keuangan syariah harus mulai berorientasi Ke kebutuhan Pemakai atau user-centric dan consumer-centric. Karenanya, lembaga keuangan tidak bisa lagi sekadar menciptakan produk berdasarkan perspektif internal tanpa Mengkaji preferensi Komunitas.
“Sekarang kita memasuki era yang disebut user-centric atau consumer-centric. Lembaga keuangan, Justru bukan hanya lembaga keuangan, tidak bisa lagi membuat produk semata-mata Bersama mendikte konsumen,” ujar Hernawan Untuk International Islamic Finance Conference (IIFC) 2026 Ke Makassar, Senin (2/11).
Menurut Hernawan, produk dan layanan keuangan syariah tidak cukup hanya memenuhi prinsip-prinsip syariah. Industri juga harus mampu menawarkan Kelebihan Tantangan agar Lebih relevan dan dapat dimanfaatkan secara lebih luas Dari Komunitas maupun pelaku usaha.
Tantangan tersebut menjadi Lebih penting mengingat Kemajuan industri halal nasional belum sepenuhnya diikuti Dari peningkatan pemanfaatan layanan keuangan syariah.
Maka Itu, OJK Merangsang industri Untuk memperkuat keterhubungan Bersama sektor riil Lewat Pembaruan produk pembiayaan, Penanaman Modal Untuk Negeri, serta layanan transaksi yang sesuai Bersama kebutuhan pelaku usaha Ke sepanjang rantai nilai halal.
Hernawan menilai penguatan ekosistem keuangan syariah membutuhkan tiga pilar yang saling mendukung. Pertama, industri keuangan syariah yang sehat dan inovatif. Kedua, peningkatan pemanfaatan layanan keuangan syariah Dari sektor riil. Ketiga, Dukungan Aturan pemerintah.
Ketiga pilar tersebut diharapkan dapat memperkuat kontribusi industri keuangan syariah Di Kemajuan ekonomi halal nasional sekaligus Merangsang terciptanya ekosistem ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan.
(hsy/hsy)
[Gambas:Video CNBC]
Artikel ini disadur –> Cnbcindonesia Indonesia: OJK Minta Industri Keuangan Syariah Tak Cuma Jual Label Syariah











