Daftar Isi
Jakarta, CNBC Indonesia – Merencanakan dana pensiun sering kali menjadi topik yang Mutakhir dipikirkan ketika usia sudah tidak lagi muda. Bagi karyawan swasta, tantangan ini menjadi lebih nyata Sebab tidak adanya jaminan pensiun tetap.
Setelahnya masa kerja berakhir, sumber penghasilan biasanya hanya berasal Di tabungan, Penanaman Modal Untuk Negeri pribadi, serta dana pensiun yang dikumpulkan Pada bekerja. Jika tidak dipersiapkan Sebelum dini, masa pensiun yang seharusnya Tenteram justru bisa menjadi periode penuh tekanan Keuangan.
Ke sinilah berbagai metode Pendesainan pensiun mulai banyak digunakan, salah satunya adalah 4% rule, sebuah pendekatan sederhana yang sering dijadikan acuan Di perencana keuangan Dunia Bagi Mengantisipasi kebutuhan dana pensiun secara realistis.
Apa Itu 4% Rule?
4% rule adalah strategi penarikan dana pensiun yang menyarankan seseorang Memikat maksimal 4% Di total aset pensiun Ke tahun pertama, lalu menyesuaikannya Di Ketidakstabilan Ekonomi setiap tahun berikutnya.
Menurut Encyclopedia Britannica, Prototipe ini bertujuan agar dana pensiun dapat bertahan setidaknya Pada 30 tahun, Di asumsi dana tersebut tetap diinvestasikan secara konservatif.
Yaitu, jika seseorang Memiliki dana pensiun Rp2 miliar, maka penarikan tahunan yang Dikatakan relatif aman adalah Disekitar Rp80 juta per tahun atau Disekitar Rp6,6 juta per bulan.
Siapa Pencipta 4% Rule?
Prototipe ini pertama kali diperkenalkan Di William P. Bengen, seorang perencana keuangan asal Amerika Serikat, Lewat Eksperimen yang dipublikasikan Ke Journal of Financial Planning Ke 1994.
Bengen Membahas data pasar saham dan obligasi Sebelum 1926 dan menemukan bahwa tingkat penarikan Disekitar 4% Menyediakan Potensi tinggi agar portofolio bertahan Pada Disekitar 30 tahun.
Untuk wawancaranya Di CNBC, Bengen Berkata bahwa tingkat penarikan Disekitar 4,7% dapat Dikatakan sebagai batas aman berdasarkan data historis, Akan Tetapi tidak bisa dijamin sepenuhnya Bagi generasi pensiunan Ke masa Di.
William P. Bengen, perencana keuangan pensiunan asal Amerika Serikat, juga menegaskan bahwa Ketidakstabilan Ekonomi merupakan ancaman terbesar Bagi dana pensiun, Sebab dapat menggerus daya beli jauh lebih cepat Di yang sering diperkirakan banyak orang.
Cara Menghitung Dana Pensiun Di 4% Rule
Prinsip perhitungannya sangat sederhana, Dana pensiun ideal = 25 kali pengeluaran tahunan atau secara matematis:
Dana pensiun = Pengeluaran tahunan ÷ 4%
Langkah 1: Hitung Pengeluaran Bulanan
Gunakan angka realistis berdasarkan Life Style Di ini. Contoh:
-
Kebutuhan Rumah tangga: Rp3 juta
-
Transportasi: Rp1 juta
-
Kesejaganan & asuransi: Rp1 juta
-
Listrik & Duniamaya: Rp1 juta
-
Hiburan & lain-lain: Rp1 juta
Total pengeluaran: Rp7 juta per bulan
Langkah 2: Hitung Pengeluaran Tahunan
Rp7 juta × 12 = Rp84 juta per tahun
Langkah 3: Terapkan 4% Rule
Rp84 juta ÷ 4% = Rp2,1 miliar
Artinya, Di Life Style Rp7 juta per bulan, target dana pensiun ideal yang perlu disiapkan adalah Disekitar Rp2,1 miliar.
Contoh Simulasi Berdasarkan Gaji
| Gaji | Estimasi Biaya Hidup | Target Dana Pensiun |
| Rp5 juta | Rp3 juta/bulan | ± Rp900 juta |
| Rp10 juta | Rp6 juta/bulan | ± Rp1,8 miliar |
| Rp20 juta | Rp12 juta/bulan | ± Rp3,6 miliar |
| Rp50 juta | Rp30 juta/bulan | ± Rp9 miliar |
Lebih tinggi Life Style, Lebih besar dana yang harus disiapkan.
Pandangan Ahli: 4% Rule Bukan Aturan Mutlak
Meski populer, banyak perencana keuangan menegaskan bahwa 4% rule sebaiknya Dikatakan sebagai titik awal, bukan rumus pasti.
Ronald Palastro, perencana keuangan Di Cobblestone Wealth Advisors, Berkata bahwa:
“Aturan 4% memang membantu sebagai panduan awal, tetapi bisa terlalu sederhana dan berisiko jika diterapkan secara kaku kepada semua orang.”
Sambil Itu, Sean Lovison, pendiri Purpose Built Financial Services, menyarankan pendekatan yang lebih fleksibel:
“Strategi penarikan dana sebaiknya disesuaikan Di Kemakmuran keuangan pribadi dan perubahan situasi pasar.”
Update Eksperimen: Morningstar Sarankan Angka Lebih Rendah
Lembaga Eksperimen Penanaman Modal Untuk Negeri Dunia Morningstar Untuk laporan terbarunya menyebut bahwa Kemakmuran pasar modern membuat 4% rule cenderung terlalu optimistis.
Morningstar menyimpulkan bahwa tingkat penarikan Disekitar 3,9% per tahun Menyediakan Potensi Disekitar 90% agar dana pensiun dapat bertahan Pada 30 tahun.
Artinya, versi yang lebih konservatif adalah: Dana pensiun = 30 kali pengeluaran tahunan
Perspektif Institusi Keuangan
Perusahaan Penanaman Modal Untuk Negeri Dunia Charles Schwab Investment Management menegaskan bahwa tingkat penarikan dana pensiun harus disesuaikan Di:
-
jangka waktu masa pensiun,
-
komposisi aset Penanaman Modal Untuk Negeri,
-
serta profil risiko masing-masing individu.
Untuk pandangannya: “Tingkat penarikan dana sebaiknya dievaluasi setidaknya satu kali Untuk setahun dan disesuaikan Di Kemakmuran pasar serta situasi pribadi.”
Kelebihan 4% Rule
-
Sederhana dan mudah dihitung
-
Menyediakan target dana pensiun yang konkret
-
Banyak digunakan sebagai acuan profesional
Keterbatasan 4% Rule
-
Tidak memperhitungkan Iuran Wajib secara spesifik
-
Tidak Menantikan lonjakan biaya Kesejaganan
-
Mengandalkan asumsi pasar historis
-
Kurang ideal Bagi masa pensiun sangat panjang (40 tahun Ke atas)
Versi Lebih Aman: 30x Rule
Bagi yang ingin lebih konservatif, banyak perencana keuangan menyarankan: Dana pensiun = 30 kali pengeluaran tahunan
Contoh: Rp84 juta × 30 = Rp2,52 miliar
Selisih tambahan ini berfungsi sebagai:
-
penyangga Di Keadaan Darurat Ekonomi,
-
cadangan biaya Kesejaganan,
-
serta antisipasi hidup lebih panjang Di Prediksi.
Kesimpulan
4% rule merupakan kerangka berpikir paling sederhana dan logis Bagi mulai merencanakan dana pensiun. Di tiga langkah utama:
-
Hitung biaya hidup tahunan
-
Kalikan 25
-
Jadikan sebagai target awal
Seseorang sudah Memiliki gambaran realistis mengenai Kemakmuran Keuangan Ke masa tua.
Akan Tetapi seperti ditegaskan para ahli Dunia, tidak ada satu angka yang cocok Bagi semua orang. 4% rule sebaiknya digunakan sebagai titik awal, lalu disesuaikan Di Kemakmuran pribadi, tingkat Ketidakstabilan Ekonomi, serta dinamika pasar Di waktu Ke waktu.
Lebih baik Memiliki target kasar Sebelum sekarang, daripada Mengetahui kekurangannya ketika sudah terlambat.
(dag/dag)
[Gambas:Video CNBC]
Artikel ini disadur –> Cnbcindonesia Indonesia: Cara Menghitung Dana Pensiun Di Aturan 4% Bagi Karyawan Swasta











