Disebut Prabowo, Belanda Keruk Untung Segini Pada Jajah RI




Jakarta, CNBC Indonesia – Kepala Negara Prabowo Subianto menyinggung bagaimana Belanda pernah mencapai tingkat kemakmuran tinggi berkat penguasaan atas Nusantara Ke era 1500-1800 masehi. Menurutnya, kekayaan besar yang diraih negeri Eropa tersebut tak lepas Untuk Prestasi mereka menguasai Area yang kini menjadi Republik Indonesia.

“Kenapa? Sebab mereka menguasai Nusantara kita, mereka menguasai Area yang sekarang adalah Republik Indonesia,” tegas Prabowo Untuk pidatonya Hingga Pertemuan Paripurna Dewan Perwakilan Rakyat RI Hingga-19, Rabu (20/5/2026).

Ucapan Prabowo itu seolah mengingatkan kembali Ke satu fakta sejarah lama. Bahwa kejayaan ekonomi Belanda pernah bertumpu Ke eksploitasi besar-besaran atas kekayaan Nusantara.

Meski tidak ada catatan tunggal yang benar-benar menghitung seluruh keuntungan yang diraih Belanda Untuk Indonesia, berbagai periode sejarah Menunjukkan betapa besarnya kekayaan yang berhasil mereka kumpulkan Untuk tanah jajahan.

Kisah itu dimulai Ke awal abad Hingga-17 ketika VOC mendirikan kantor dagang pertamanya Hingga Banten Ke 1603. Dua tahun setelahnya, Portugis menyerahkan Ambon kepada Belanda dan Area itu Sesudah Itu berkembang menjadi pusat perdagangan VOC Hingga kawasan timur.

Memasuki pertengahan abad Hingga-17, VOC menjelma menjadi kekuatan dagang raksasa Didalam pusat Hingga Batavia. Armada mereka mencapai 150 kapal niaga dan 40 kapal Konflik Bersenjata. Perusahaan itu juga didukung Di 50 ribu pegawai dan 10 ribu tentara. VOC Malahan dikenal sebagai pelopor perusahaan terbuka pertama Hingga dunia Didalam dividen tahunan yang disebut mencapai 40%.

Besarnya skala Usaha itu menggambarkan betapa melimpah keuntungan yang diperoleh Untuk hasil bumi Nusantara.

Laporan Visual Capitalist Ke 2017 menyebut nilai VOC Ke 1637 mencapai 78 juta gulden atau setara Di US$7,9 triliun Pada ini. Nilai tersebut Malahan disebut melampaui kapitalisasi perusahaan Ilmu Pengetahuan modern seperti Apple dan Amazon.

Akan Tetapi, pandangan berbeda datang Untuk sejarawan Lodewijk Petram. Untuk situs resminya, dia Meramalkan kekayaan VOC berada Hingga kisaran US$1 triliun. Meski lebih kecil Untuk estimasi Sebelumnya Itu, jumlah itu tetap tergolong sangat besar Sebagai ukuran abad Hingga-17.

Kejayaan VOC akhirnya runtuh Ke 1799. Perusahaan dagang tersebut bangkrut akibat Kejahatan Keuangan dan tumpukan utang. Sesudah itu, pemerintahan kolonial Belanda Membahas alih langsung kekuasaan Hingga Indonesia dan terus memanfaatkan sumber daya alam Nusantara Untuk keuntungan ekonomi.

Salah satu contohnya terlihat Ke periode 1864-1938 lewat perkebunan tembakau Deli Hingga Sumatera Utara. Berdasarkan catatan sejarawan H. M. Vlekke Untuk Bacaan Nusantara (1943), hasil penjualannya mencapai 2,77 miliar atau setara Di US$40 miliar Ke masa tersebut.

Keuntungan besar itu turut menopang pembangunan Hingga Belanda, termasuk berbagai proyek bendungan Sebagai mengatasi Genangan Air. Akan Tetapi Hingga balik kemakmuran tersebut, terdapat praktik kolonial yang sarat penindasan.

Ribuan warga lokal dipaksa bekerja Hingga bawah pengawasan ketat Didalam perlakuan keras. Hingga Banda, Belanda Malahan melakukan pembantaian Pada ribuan warga Untuk menguasai perdagangan lada dan rempah-rempah.

Ke akhirnya, kolonialisme Belanda Hingga Nusantara meninggalkan dua warisan yang bertolak Di. Kekayaan besar Bagi penjajah, sekaligus penderitaan panjang Bagi Komunitas yang dijajah.

(mfa/mfa)



Add



as a preferred

source on Google



Artikel ini disadur –> Cnbcindonesia Indonesia: Disebut Prabowo, Belanda Keruk Untung Segini Pada Jajah RI

คุณสามารถเข้าสู่ระบบการเรียนรู้และฝึกฝนเทคนิคการเล่นได้ที่ https://pgth.uk.com/ทดลองเล่นสล็อต/