Pemimpin Tertinggi Iran Kutip Pidato Pemimpin Negara RI, Bilang Begini




Naskah ini merupakan Dibagian Didalam CNBC Insight, rubrik yang menyajikan ulasan sejarah Untuk menjelaskan Situasi masa lalu lewat relevansinya Di masa kini.

Jakarta, CNBC Indonesia – Jenazah mantan Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, kini Lagi disemayamkan Di Mosalla Agung Teheran Dari Jumat (3/7/2026), Sebelumnya nantinya dimakamkan Di kota kelahirannya, Mashhad, Ke Kamis (9/7/20926).

Semasa hidup, Khamenei pernah mengutip pidato Pemimpin Negara pertama RI, Soekarno, Untuk menjelaskan pentingnya persatuan Di Ditengah perbedaan agama dan ideologi.

Kisah tersebut terungkap Di memoar Cell No. 14 (2021), yang menceritakan Penghayatan Khamenei Di menjadi tahanan politik Ke era pemerintahan Shah Mohammad Reza Pahlavi Ke dekade 1970-an.

Di memoar itu, Khamenei mengisahkan pernah berbagi sel Didalam beberapa tahanan, termasuk seorang pemuda yang belakangan diketahui merupakan jurnalis yang Memiliki keterkaitan Didalam Partai Komunis Tudeh. Menurut Khamenei, pemuda tersebut sangat pendiam dan selalu menghindari pembicaraan mengenai dirinya.

“Saya bertanya tentang dirinya, tetapi dia tidak pernah menjawab secara jelas dan lebih memilih berbicara tentang hal-hal sepele,” kenang Khamenei.

Khamenei Lalu melihat Situasi mental pemuda itu Lebihterus tertekan Setelahnya ditangkap. Dia jarang makan dan tampak kehilangan semangat. Melihat keadaan tersebut, Khamenei Melakukanupaya membantunya, Malahan beberapa kali menyuapinya agar mau makan.

Beberapa waktu Lalu, pemuda itu akhirnya Menginformasikan alasan mengapa selalu menjaga jarak. Dia mengaku khawatir Khamenei Akansegera mengajaknya bergabung Didalam organisasi Islam. Jika gerakan Islam berhasil mendirikan republik, dia merasa Akansegera Berjuang Didalam persoalan Sebab tidak mempercayai agama.

“Biarkan saya jujur, saya tidak percaya Ke agama apapun,” kata pemuda tersebut.

Mendengar pengakuan itu, Khamenei tidak mempersoalkan perbedaan keyakinan. Sebagai Alternatif, dia menegaskan bahwa orang-orang yang Berjuang Didalam kesulitan yang sama seharusnya tetap bisa bersatu. Untuk menjelaskan pandangannya, Khamenei Lalu mengutip pidato Pemimpin Negara pertama RI, Soekarno, Di Konferensi Asia-Afrika Di Bandung Ke 1955.

“Tahukah kamu bahwa Pemimpin Negara Sukarno Didalam Indonesia pernah mengatakan Ke Konferensi Bandung bahwa dasar persatuan Bangsa-Bangsa berkembang bukanlah kesamaan agama, sejarah, atau Kebiasaan Dunia, melainkan ‘kesatuan kebutuhan’,” tulis Khamenei Di memoarnya.

Menurut Khamenei, pemikiran Soekarno itu juga menggambarkan keadaan para tahanan politik Di penjara. Meski Memiliki latar Dibelakang agama, ideologi, dan pandangan politik yang berbeda, mereka sama-sama Berjuang Didalam penindasan Didalam rezim Shah.

“Persatuan seperti itulah yang menghubungkan kita sekarang. Masalah yang kita hadapi sama, dan nasib kita tidak pasti. Agama seharusnya tidak menjadi faktor pemisah Di Antara kita,” lanjutnya.

Jawaban tersebut membuat pemuda komunis itu terkejut. Dia tidak menyangka seorang ulama Akansegera mengutip pidato Soekarno Untuk menjelaskan pentingnya persatuan. Dari Di itu, hubungan keduanya menjadi lebih akrab.

Beberapa tahun Lalu, Khamenei menjadi salah satu tokoh penting Revolusi Iran yang menggulingkan pemerintahan Shah Mohammad Reza Pahlavi Ke 1979. Dari 1989, dia menjabat sebagai Pemimpin Tertinggi Iran hingga akhirnya wafat dan dimakamkan Ke tahun ini.

(mfa/luc)



Add



as a preferred

source on Google



Artikel ini disadur –> Cnbcindonesia Indonesia: Pemimpin Tertinggi Iran Kutip Pidato Pemimpin Negara RI, Bilang Begini

คุณสามารถเข้าสู่ระบบการเรียนรู้และฝึกฝนเทคนิคการเล่นได้ที่ https://pgth.uk.com/ทดลองเล่นสล็อต/