Jakarta, CNBC Indonesia – PT Multi Medika Internasional Tbk (MMIX) atau MMI optimistis dapat mencapai target penjualan sebesar Rp 388,3 miliar Ke tahun 2026. Optimisme ini didorong Dari ekspansi yang dilakukan secara hati-hati sekaligus memperhatikan Eksperimen pasar.
Founder & CEO PT Multi Medika Internasional Tbk (MMIX), Mengky Mangarek menuturkan, ekspansi yang dilakukan berupa diversifikasi produk, perluasan jaringan distribusi,hingga pembangunan fasilitas produksi Mutakhir. Bila dirinci, MMIX Memperoleh Ide Memperkenalkan varian produk Mutakhir Di tisu basah, popok bayi Bersama Ilmu Pengetahuan SAP, air minum alkali, diapers, hingga tisu bambu premium.
“Strategi Hingga Didepan adalah menambah jumlah produk Mutakhir SKU (Stock Keeping Unit), pelebaran kategori, dan terus terang kita harus menjaga efisiensi Di operasional perusahaan. Tiga itu yang strategi yang sudah kita cadangkan Di tahun lalu dan kita teruskan Ke tahun ini dan lumayan berhasil menaikkan kinerja kita sebesar 334% laba kita dibandingkan tahun lalu,” ungkap Mengky Di Public Expose Ke Jakarta, Jumat (26/6/2026).
Di sisi perluasan distribusi, Mengky menjelaskan, Di ini MMIX telah Memperoleh lebih Di 17 jaringan ritel Ke seluruh Indonesia. MMIX juga didukung lebih Di 75 pusat distribusi dan 50 ribu toko.
Terbaru, MMI menjalin kerja sama strategis Bersama PT SAI Indonesia (Sari Ayu Indonesia) Untuk menjangkau kurang lebih 300 ribu toko Mutakhir. Toko Mutakhir tersebut tersebar Ke pasar tradisional, toko-toko spesial Peralatan Kecantikan, maupun Ke platform-platform Di Sari Ayu Indonesia. Berdasarkan kerja sama tersebut, MMI berharap ada Kemajuan penjualan hingga 90% Hingga depannya.
Meski demikian, Mengky mengaku tetap memasang target konservatif. Di konteks ini, MMI menargetkan Kemajuan kinerja keuangan Ke kisaran 25-30% hingga akhir tahun ini.
Lebih jauh, dia mengatakan, MMI Ditengah melakukan pembangunan fasilitas produksi Mutakhir Ke Lokasi Legok, Tangerang. Pabrik tersebut Memperoleh luas 1 hektare Untuk memproduksi popok sebanyak 1,8 miliar per tahun Bersama kapasitas bisa sampai 6 line. Akansegera tetapi, MMI Mutakhir memasang satu line produksi saja.
Selain popok, pabrik tersebut juga Akansegera memproduksi pembalut dan juga underpad atau perlak. Kehadiran pabrik ini Berpotensi Untuk menyerap tenaga kerja sampai 600 orang dan juga Akansegera Meningkatkan devisa Indonesia yang cukup besar.
“Kita satu-satunya produk popok tercanggih nanti Ke tahun 2026 ini Sebab Memperoleh Kecepatanakses sampai 900 popok per menit. Nah ini bisa dilihat Bersama Kecepatanakses yang sudah ada. Ini yang pertama Sebab yang Pada ini Kecepatanakses pabrik popok yang lain hanya sampai 300 popok per menit. Kita 3 kali lipat Di existing Rival yang ada dan satu-satunya pabrik popok yang Memperoleh Ilmu Pengetahuan 5 lapis atau 5 layer,” terang dia.
Sebagai informasi, MMI membukukan pendapatan bersih sebesar Rp 50,1 miliar Ke kuartal I-2026 atau Merasakan kenaikan 2,6% dibandingkan Bersama total pendapatan bersih kuartal I-2025 sebesar Rp 48,8 miliar. Kontribusi pendapatan ditopang Dari produk masker, tissue dan diapers.
Sejalan Bersama itu, laba bersih MMI juga ikut Menimbulkan Kekhawatiran 20,6% Di Rp 1,2 miliar Ke kuartal I-2025 menjadi Rp 1,5 miliar Ke kuartal I-2026.
(dpu/dpu)
Add
as a preferred
source on Google
[Gambas:Video CNBC]
Artikel ini disadur –> Cnbcindonesia Indonesia: Gencarkan Ekspansi, Multi Medika Internasional Bidik Penjualan Rp388 M











