loading…
Tekanan Di IHSG dinilai Berpeluang berlanjut Ke perdagangan Kamis (17/9/2026) seiring The Fed menaikkan suku bunga acuan sebesar 25 basis Skor. Foto/Dok
Pengamat Bursa Efek sekaligus Founder Republik Investor, Hendra Wardana menekankan, soal IHSG Ke perdagangan Rabu (16/9) ditutup melemah 0,38% Hingga level 6.436,85. Setelahnya sempat menguat hingga 6.535,46, Tetapi akhirnya ditutup Ke level terendah harian. Situasi ini Menunjukkan bahwa tekanan jual justru Lebihterus kuat memasuki paruh kedua perdagangan.
Hendra menitikberatkan, bahwa kenaikan suku bunga The Fed menjadi perhatian Sebab pasar Internasional kini harus kembali berhadapan Bersama prospek Aturan moneter yang lebih ketat. Kenaikan 25 basis Skor tersebut membawa Fed Funds Rate Hingga kisaran 3,75%-4,00%.
Baca Juga: The Fed Nekat Naikkan Suku Bunga AS, Donald Trump Murka
Untuk pasar Bangsa berkembang seperti Indonesia, Situasi ini Berpeluang Memperbaiki tekanan Di aset berisiko Lewat penguatan Kurs Matauang Amerika AS, kenaikan yield obligasi AS dan potensi keluarnya dana Asing Bersama pasar saham emerging market. Apalagi harga Migas yang masih tinggi juga Memperbaiki kekhawatiran Di Kenaikan Penurunan Nilai Mata Uang Dan Jasa Internasional.
“Menurut saya, persoalannya bukan semata-mata kenaikan suku bunga The Fed, Sebab sebagian keputusan tersebut kemungkinan sudah diantisipasi pasar,” kata Hendra Untuk analisisnya, Kamis (17/9/2026).
Yang lebih penting, Hendra bilang adalah pesan The Fed mengenai arah Aturan berikutnya. Ketika Kenaikan Penurunan Nilai Mata Uang Dan Jasa masih menjadi perhatian dan ruang pelonggaran moneter belum sepenuhnya terbuka, investor Akansegera cenderung lebih selektif Untuk menempatkan dana Ke aset berisiko.
Baca Juga: IHSG Dibuka Lesu Hari Ini, Terkoreksi 0,11% Hingga Level 6.453
Artikel ini disadur –> Sindonews Indonesia News: Kenaikan Suku Bunga The Fed Karena Itu Perhatian Pasar, IHSG Rawan Protes Profit Taking











