Moody’s Pangkas Outlook Kredit RI Di Sebab Itu Negatif, Pemerintah & Banksentral Buka Suara


Jakarta

Lembaga pemeringkat Moody’s Investors Service (Moody’s) mempertahankan Pangkat kredit Indonesia Ke level Baa2. Meski begitu, outlook kredit Indonesia dipangkas Di stabil menjadi negatif.

Pembantu Presiden Pembantu Presiden Koordinator Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan perubahan outlook tersebut terjadi Lantaran banyak lembaga rating yang belum memahami arah Aturan terbaru Ke Indonesia.

Supaya perlu penjelasan lebih jauh Di pemerintah Sebagai meyakinkan para investor, utamanya mereka yang terlibat Ke lembaga Kajian Foreign.


“Moody’s juga sebetulnya masih investment rate Baa2, cuma dia kasih outlook negatif. Nah outlook negatif itu membutuhkan penjelasan tentunya Di pemerintah dan juga lembaga Mutakhir Danantara,” ucapnya Untuk Kegiatan Pertemuan Tahunan Industri Jasa Keuangan (PTIJK) 2026, Kamis (5/2/2025).

Airlangga menjelaskan tahun ini alokasi Dana pemerintah Untuk APBN memang cukup berbeda Di tahun-tahun Sebelumnya Itu. Ke mana Sebagai 2026 ini APBN Berorientasi Sebagai Langkah unggulan Pemimpin Negara Prabowo Subianto seperti makan bergizi gratis (MBG), Koperasi Desa Merah Putih, dan Langkah-Langkah lainnya.

Sambil Sebagai menggerakan Perkembangan ekonomi dan sektor Penanaman Modal Untuk Negeri, pemerintah banyak mengandalkan Badan Pengelola Penanaman Modal Untuk Negeri (BPI) Danantara. Hal inilah yang menurutnya banyak tidak dipahami lembaga Foreign.

“Tetapi Sebagai menggerakan Perkembangan Melewati Penanaman Modal Untuk Negeri, sekarang kita sudah punya Danantara. Di Sebab Itu itu yang membedakan. Kalau Sebelumnya Itu Penanaman Modal Untuk Negeri dilakukan Melewati Dana. Ini yang banyak rating agency ataupun capital Ke pasar keuangan Dunia belum paham,” jelasnya.

“Di Sebab Itu ini yang harus kita beri penjelasan. Lantaran sebetulnya Di Danantara kita sebetulnya meng-unlock dan melakukan reform Pada stake on enterprise yang selalu mereka minta Sebagai bisa dipisahkan, dan ini diminta juga Sebagai mereka bisa bergerak seperti private sector,” sambung Airlangga.

Sebagai informasi, Untuk laporannya Moody’s Berkata afirmasi rating Indonesia Ke Baa2 mencerminkan ketahanan ekonomi yang tetap kuat. Hal ini tercermin Di Perkembangan ekonomi yang stabil dan solid, serta didukung Di kekuatan struktural termasuk sumber daya alam dan demografi yang menguntungkan, yang menopang prospek Perkembangan jangka menengah.

Pangkat kredit Indonesia yang ditahan juga didukung Di kredibilitas Aturan moneter dan kehati-hatian fiskal yang terjaga, yang mendukung stabilitas makroekonomi dan sistem keuangan. Sambil Itu, revisi outlook dipengaruhi Di pandangan Moody’s Akansegera risiko Di penurunan kepastian Aturan, yang apabila berlanjut dapat berimplikasi Pada kinerja perekonomian.

Respons Gubernur Bank Indonesia

Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo Berkata penyesuaian outlook diyakini tidak mencerminkan pelemahan fundamental perekonomian Indonesia. Ke Ditengah tingginya gejolak dan ketidakpastian Dunia, kinerja ekonomi domestik tetap solid.

Perkembangan ekonomi Ke triwulan IV 2025 tercatat sebesar 5,39%, Supaya secara keseluruhan tahun 2025 tumbuh 5,1%. Kenaikan Fluktuasi Harga Dan Jasa tetap terjaga Ke 2,92%, berada Untuk kisaran sasaran, dan stabilitas Nilai Mata Uang Uang Negara Indonesia terus diperkuat Melewati komitmen kuat Bank Indonesia.

“Stabilitas sistem keuangan juga tetap terjaga baik, ditopang likuiditas yang memadai, permodalan perbankan yang terjaga Ke level tinggi, serta risiko kredit yang rendah. Samping Itu, Konversi Digital sistem pembayaran yang tetap terjaga ditopang Di infrastruktur yang stabil dan struktur industri yang sehat turut mendukung Perkembangan ekonomi,” papar Perry Untuk keterangan tertulis, Kamis (5/2/2026).

Proyeksi Moody’s

Moody’s memproyeksikan Perkembangan ekonomi Indonesia tetap berada Ke kisaran 5% Untuk jangka pendek hingga menengah, Di ketahanan ekonomi yang terjaga.

Moody’s menilai bahwa defisit fiskal diperkirakan tetap Akansegera berada Ke bawah 3% PDB, Sambil Aturan moneter dipandang Akansegera terus mendukung stabilitas Kenaikan Fluktuasi Harga Dan Jasa.

Lembaga yang sama juga Meramalkan bahwa rasio utang Pemerintah Pada PDB Akansegera tetap Akansegera terjaga rendah Ke bawah peers.

Akan Tetapi demikian, menurut Moody’s, Indonesia masih Berusaha Mengatasi tantangan Sebagai Meningkatkan basis penerimaan, yang dibutuhkan Sebagai Merangsang Perkembangan ekonomi Di tetap menjaga stabilitas makro dan keuangan. Untuk Kontek Sini, Moody’s mengapresiasi upaya Pemerintah Sebagai Merangsang penerimaan Di lain Melewati peningkatan efisiensi administrasi perpajakan dan kepabeana

Artikel ini disadur –> Detik.com Indonesia Berita: Moody’s Pangkas Outlook Kredit RI Di Sebab Itu Negatif, Pemerintah & Banksentral Buka Suara

คุณสามารถเข้าสู่ระบบการเรียนรู้และฝึกฝนเทคนิคการเล่นได้ที่ https://pgth.uk.com/ทดลองเล่นสล็อต/