loading…
Penguatan Politik Luar Negeri kelapa sawit dinilai menjadi langkah strategis Bagi menjaga daya saing Dunia. FOTO/dok.SindoNews
“Seharusnya Politik Luar Negeri sawit yang baik adalah jika kita berhasil meredam atau mencegah timbulnya Keputusan Negeri lain yang merugikan industri sawit nasional. Sebab itu, Politik Luar Negeri sawit seharusnya bekerja sebagai market intelligence,” kata Direktur Eksekutif Palm Oil Agribusiness Strategic Policy Institute (PASPI) Tungkot Sipayung seperti dikutip Di Selasa (21/7/2026).
Baca Juga: Produksi CPO RI Capai 53 Juta Ton, Hilirisasi Sawit Perlu Diprioritaskan
Menurut Tungkot, Politik Luar Negeri sawit tidak cukup hanya Berorientasi Di penyelesaian sengketa dagang, tetapi juga harus mampu mendeteksi dan Menantikan potensi hambatan Dari tahap perumusan Keputusan Hingga Negeri tujuan Perdagangan Keluar Negeri. Didalam pendekatan tersebut, Indonesia dapat lebih cepat merespons berbagai dinamika Perdagangan Global.
Ia mengatakan upaya Politik Luar Negeri yang dilakukan pemerintah Di beberapa tahun terakhir telah Menunjukkan hasil positif, terutama Melewati strategi diversifikasi pasar Perdagangan Keluar Negeri. Langkah tersebut dinilai berhasil Memangkas ketergantungan Indonesia Pada pasar tradisional, khususnya Uni Eropa, Supaya Perdagangan Keluar Negeri sawit kini tersebar Hingga berbagai Negeri seperti India, China, Pakistan, Bangladesh, Negeri-Negeri Afrika, Amerika Utara, hingga Eropa.
“Pangsa Uni Eropa sebagai tujuan Perdagangan Keluar Negeri kita tinggal 8-10 persen. Dari Sebab Itu Didalam diversifikasi Negeri tujuan Perdagangan Keluar Negeri tersebut, kita tidak lagi tergantung Di pasar Uni Eropa,” ujar Tungkot.
Hingga sisi lain, pemerintah Melewati Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) terus memperkuat Politik Luar Negeri sawit Melewati berbagai Inisiatif yang melibatkan pemerintah, pelaku usaha, akademisi, dan pemangku kepentingan lainnya. Upaya tersebut dilakukan Melewati penguatan hubungan Didalam Negeri importir utama, misi dagang, advokasi Pada Keputusan yang dinilai diskriminatif, Sosialisasi Politik positif Hingga media internasional, serta Dukungan Pada berbagai forum sawit berskala Dunia.
Artikel ini disadur –> Sindonews Indonesia News: Politik Luar Negeri Sawit Perlu Diperkuat Bagi Jaga Daya Saing Perdagangan Keluar Negeri











