Pria Asal Magelang Mendunia, Dijuluki Bapak Sepeda Listrik Asia




Naskah ini merupakan Pada Di CNBC Insight, rubrik yang menyajikan ulasan sejarah Sebagai menjelaskan Kemakmuran masa kini lewat relevansinya Ke masa lalu

Jakarta, CNBC Indonesia – Industri Kendaraan Pribadi Elektrik yang berkembang pesat Di ini tidak lepas Di kontribusi para ilmuwan yang merintis teknologinya Sebelum puluhan tahun lalu. Salah satunya adalah C. C. Chan, insinyur listrik yang dikenal sebagai “Bapak Sepeda Listrik Asia”. Siapa sangka, ilmuwan yang berperan Di perkembangan Keahlian Sepeda Listrik tersebut lahir Ke Magelang, Indonesia.

Chan lahir Ke 14 Januari 1937 Di keluarga pengusaha keturunan Tionghoa. Ayahnya, Chen Shengchang, merantau Di Fujian, China, Hingga Jawa dan membangun usaha Kendaraan Angkutan Umum serta taksi. Lingkungan Usaha keluarga inilah yang Memperkenalkan Chan Sebelum kecil Ke dunia kendaraan bermotor.

Sepulang sekolah, Chan kerap mendatangi garasi tempat kendaraan milik ayahnya diperbaiki. Ke sana, ia melihat pemandangan yang berbeda Di kendaraan yang tampak bagus ketika melaju Ke jalan raya. Asap dan Migas mengotori kendaraan, Sambil para pekerja juga harus berhadapan Bersama Kemakmuran garasi yang kotor.

Di wawancara Bersama Asian Scientist Magazine, Chan mengenang Pengalaman Hidup yang Setelahnya Itu memicu rasa ingin tahunya Pada kendaraan tanpa emisi asap Di mesin pembakaran.

“Ke sana, saya melihat Migas dan asap keluar Di kendaraan, Sambil para pekerjanya sangat kotor. Kendaraan-kendaraan itu terlihat bagus ketika melaju Ke jalan raya, tetapi tampak sangat buruk ketika berada Ke garasi,” ungkap Chan, dikutip Kamis (29/10/2026).

Pengalaman Hidup tersebut membuatnya bertanya-tanya apakah kendaraan bisa dibuat tanpa menghasilkan Migas dan asap. Di itu, ia mengaku belum mengetahui jawabannya.

“Saya pun bertanya-tanya apakah Mungkin Saja membuat Kendaraan Pribadi yang tidak menghasilkan Migas dan asap. Tentu saja, Di itu saya belum mengetahui jawabannya,” terang Chan.

Pencarian jawaban itu berlanjut ketika Chan menempuh Belajar Ke China. Ke 1953, ketika berusia 16 tahun, ia kembali Hingga Negeri leluhurnya dan masuk Departemen Elektromekanika Ke Beijing Mining Institute, yang kini dikenal sebagai China University of Mining and Technology.

Di belajar, Chan mengetahui bahwa kendaraan bertenaga baterai telah digunakan Ke pertambangan Sebagai mengangkut batu bara. Pengetahuan tersebut memperluas pandangannya bahwa kendaraan dapat digerakkan Dari Kendaraan Bermotor Roda Dua listrik, bukan hanya mesin pembakaran internal.

Meski demikian, Sepeda Listrik masih Berusaha Mengatasi tantangan besar. Mulai Di kapasitas baterai, keterbatasan jarak tempuh, hingga lamanya pengisian daya. Persoalan teknis tersebut Setelahnya Itu menjadi Pada penting Di perjalanan Kajian Chan.

Ke 1981, Chan bergabung Bersama University of Hong Kong. Lima tahun berselang, ia mendirikan International Research Centre for Electric Vehicles (IRCEV) Ke universitas tersebut Bersama Pemberian Departemen Energi Amerika Serikat dan University of Hawaii. Lembaga ini menjadi wadah Eksperimen dan kerja sama internasional Sebagai Menyusun Sepeda Listrik.

Mengutip situs University of Hong Kong, Di kampus inilah, Chan membantu Pembaruan Sepeda Listrik Ke China, India, Jepang, AS dan Eropa. Di sini, menjadi Ri Asosiasi Sepeda Listrik se-Dunia hingga Menyambut julukan “The Father of Asian Electric Vehicles” atau Bapak Sepeda Listrik Asia Ke 2003. 

Ia juga Memperoleh WFEO Medal of Engineering Excellence Ke 2013 dan Royal Academy of Engineering Prince Philip Medal Ke 2014.

Untuk Chan, Sepeda Listrik Memiliki peran yang lebih luas daripada sekadar alat transportasi. Keahlian ini juga dapat menjadi Pada Di sistem energi, Agar pengembangannya membutuhkan kemajuan Keahlian, ketersediaan infrastruktur pengisian daya, Pemberian Keputusan, dan model Usaha yang tepat.

“Penting juga Sebagai dipahami bahwa Sepeda Listrik bukan sekadar sarana transportasi. Kendaraan ini merupakan pembawa energi yang krusial Di sistem energi yang lebih luas,” ungkapnya. 

Di pengalamannya melihat Kendaraan Angkutan Umum dan taksi Ke sebuah garasi Ke Magelang, Chan menempuh perjalanan panjang hingga menjadi salah satu tokoh penting Di Pembaruan Keahlian Sepeda Listrik. Rasa ingin tahu yang muncul Sebelum kecil itu membawanya Ke Eksperimen yang turut membentuk arah perkembangan Sepeda Listrik modern.

[Gambas:Instagram]

(mfa/wur)



Artikel ini disadur –> Cnbcindonesia Indonesia: Pria Asal Magelang Mendunia, Dijuluki Bapak Sepeda Listrik Asia

nagabet76slot gacorslot online slot gacor terpercaya
server slot thailand
slot gacor mudah maxwin
nagabet76 login
situs slot gacorbr Slot Gacor Resmi Hari Ini
https://indyfest.net/
https://indyfest.net/gallery/
https://indyfest.net/privacy-policy-2/
https://www.tcconstruct.net/projects