loading…
Kapal tanker raksasa Adrian Aryra 1 yang berganti nama dan berbendera Iran berlayar Di perairan Daerah Gibraltar yang berada Di bawah kedaulatan Inggris, Minggu, 18 Agustus 2019. FOTO/AP
“Departemen Kehakiman sekarang Lagi menghidupkan kembali prize courts,” kata Jaksa AS Bagi Houston Aaron Reitz, seperti dikutip Di Bloomberg, Kamis (27/8/2026).
Baca Juga: 6 Bulan Pertempuran AS-Iran, Bangsa Konflik Kuasai 43% Pasokan Migas Dunia Di 2026
Reitz mengatakan prize courts merupakan Pada Di hukum maritim kuno yang digunakan Di peperangan laut. Sistem Lembaga Proses Hukum tersebut Akansegera Memberi jalur hukum yang lebih cepat Bagi jaksa federal Bagi mengklaim Migas dan kargo lain yang disita Di kapal musuh maupun kapal netral, menjual Produk Internasional sitaan, serta menyerahkan hasilnya kepada Departemen Keuangan AS.
Lembaga Proses Hukum hadiah pernah menjadi instrumen penting Di peperangan laut Di abad Di-18 dan Di-19, tetapi hampir tidak digunakan Dari Pertempuran Spanyol-Amerika Di 1898 dan sepenuhnya tidak aktif Dari Pertempuran Dunia II.
Di beberapa dekade terakhir, AS mengandalkan mekanisme penyitaan perdata Bagi Membahas alih kapal dan menindak Pelanggar Hukuman Politik, meski pakar hukum menilai mekanisme tersebut kurang efektif Bagi menekan perekonomian Bangsa yang menjadi sasaran.
Artikel ini disadur –> Sindonews Indonesia News: Sita Migas Iran, AS Bangkitkan Lagi Lembaga Proses Hukum Kuno Era Pertempuran Saudara











