Jakarta, CNBC Indonesia – PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (Telkom) telah menyiapkan Capex (Capital Expenditure) atau belanja modal sebesar Rp =27 triliun hingga Rp28 triliun Untuk membangun berbagai proyek, salah satunya jaringan Jaringan 5G.
Direktur Utama PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk Dian Siswarini menyebut bahwa dana tersebut Akansegera diambil perusahaan sebesar 17% hingga 19% Di revenue.
“Dari Sebab Itu sekarang ini yang pertama tentu Telkomsel ya, Lantaran Telkomsel ini kan masih merupakan kontributor terbesar, 70% Di revenue Telkomsel,” ungkap dia Di Economic Update 2026 CNBC Indonesia Di tema “Capaian Kinerja dan Arah Penguatan Langkah Prioritas Kementerian”, Senin (22/6/2026).
Di Itu lanjutnya, dana tersebut juga Akansegera digunakan perusahaan Untuk membangun Fiber to the Home (FTTH) milik Indihome. Belanja modal juga diperuntukkan memperkuat backbone fiber optic Telkom.
“Supaya semua pulau itu bisa dijangkau, semua kota itu juga bisa dijangkau Dari jaringan fiber optic tersebut,” jelas Dian.
Terakhir belanja modal digunakan Untuk kebutuhan data center. Infrastruktur ini Di Merasakan Kemajuan Di Di kemajuan Jaringan.
“Lantaran sekarang ini Situasi data center Lagi booming ya, Lantaran AI, perkembangan AI itu membuat kebutuhan Pada data center itu luar biasa besar. Supaya Kemajuan data center ini juga memerlukan Penanaman Modal Asing yang lumayan tinggi,” jelas Dian.
Untuk diketahui Telkom membukukan pendapatan konsolidasi sebesar Rp37,2 triliun atau tumbuh 1,5% secara year-on-year Di tiga bulan pertama 2026. Sambil Itu EBITDA tercatat sebesar Rp18,0 triliun Di EBITDA margin Di 48,3%.
Telkom juga mencatat laba bersih sebesar Rp4,3 triliun Di margin laba bersih Di 11,7%. Sedangkan Untuk laba bersih yang dinormalisasi sebesar Rp5,1 triliun Di margin laba bersih yang dinormalisasi 13,8%.
Kontraksi Di laba bersih terutama dipengaruhi Dari dampak lanjutan Di percepatan depresiasi dan proses normalisasi Usaha Di fase transformasi. Akan Tetapi demikian, tekanan ini bersifat transisional dan non-cash, Sambil Itu secara fundamental kinerja operasional tetap terjaga.
Arus kas operasional perseroan juga tumbuh 3,1% year-on-year menjadi Rp17,3 triliun, didorong Dari implementasi Langkah efisiensi TOTEX serta disiplin penagihan yang Lebih baik.
(dpu/dpu)
Add
as a preferred
source on Google
[Gambas:Video CNBC]
Artikel ini disadur –> Cnbcindonesia Indonesia: Telkom Siapkan Dana Segini Untuk Bangun Jaringan hingga Data Center











