Jakarta, CNBC Indonesia – Kecelakaan Antara KRL Didalam KA Argo Bromo Di Bekasi Timur Ke Senin (27/7/2026) kembali mengingatkan publik Ke panjangnya sejarah insiden perkeretaapian Di Indonesia.
Akan Tetapi, tak banyak yang tahu kecelakaan kereta pertama Di Indonesia ternyata sudah terjadi lebih Di seabad lalu, tepatnya Ke 1914. Menariknya, penyebab kecelakaan tersebut bukan Sebab tabrakan antarkereta atau kerusakan teknis, melainkan gara-gara seekor kerbau yang tiba-tiba melintas Di rel.
Ke 2 April 1914, warga Batavia (kini Jakarta) dihebohkan Didalam kecelakaan kereta api pengangkut pekerja pribumi Di kawasan Kali Mati, Jakarta Utara. Berdasarkan pemberitaan De Express (7 April 1914), kereta berangkat Di Meester Cornelis (kini Jatinegara) Di Tanjung Priok pukul 06.12 pagi.
Kereta tersebut membawa para pekerja pribumi yang hendak bekerja Di kawasan pelabuhan. Akan Tetapi, Di Di perjalanan, tepatnya Pada melintas Di Kali Mati, kecelakaan besar terjadi. Penyebabnya sangat tak terduga, yakni seekor kerbau mendadak menyeberangi rel.
“Disekitar 20 meter Sebelumnya jembatan, terdapat seekor kerbau yang Lagi makan rumput tiba-tiba menyeberang rel kereta. Masinis tidak sempat berhenti. Kendati dia mengerem sekuat tenaga, tanpa hasil, tabrakan tak dapat dihindari,” ungkap Bataviaasch nieuwsblad (2 April 1914).
Kereta yang melaju Disekitar 30 kilometer per jam itu langsung menghantam kerbau hingga anjlok dan menabrak jembatan. Dampaknya sangat parah. Gerbong pertama hancur lalu terjun Di sungai bersama reruntuhan jembatan. Gerbong kedua menggantung Di tepi jembatan, Sambil gerbong-gerbong lain keluar Di rel.
|
Foto: Potret kecelakaan kereta api pertama dan terbesar Di Indonesia masa kolonial Ke 2 April 1914. (Dok. delpher.nl)
|
Menurut Bataviaasch nieuwsblad (2 April 1914), suasana Di lokasi kecelakaan sangat mengerikan. Gerbong-gerbong saling bertumpukan dan ringsek. Sebagian korban Justru terjebak Di gerbong yang tenggelam Di sungai.
“Ketika tiba Di lokasi Disekitar pukul 8 pagi, kami benar-benar tidak tahu apa yang kami lihat. Sangat mengerikan,” ungkap reporter koran Belanda tersebut.
Jeritan korban terdengar bersahut-sahutan Di lokasi kejadian. Tangis keluarga dan warga ikut memenuhi area kecelakaan. Warga yang datang berkerumun segera memanggil Dukungan. Tak lama Lalu, Ahli Kebugaran dan tenaga medis berdatangan Sebagai melakukan penyelamatan. Akan Tetapi, keterbatasan alat membuat proses evakuasi berlangsung lama.
Kebugaran korban Pada ditemukan disebut sangat mengenaskan. Banyak yang Merasakan luka berat Di kepala dan patah tulang. Sejumlah korban ditemukan sudah meninggal dunia. Meski begitu, ada pula yang masih bertahan hidup dan menjadi korban terakhir yang selamat, salah satunya seorang petugas rem.
“Setelahnya beberapa waktu, mereka berhasil membebaskan pria itu. Ternyata dia adalah seorang petugas rem. Dia masih hidup. Tapi sangat mengerikan melihat tubuhnya Sebab dipenuhi banyak luka. Di sana, Di tempat roda menekannya, ada luka menganga besar. Darah benar-benar Datang. Kepalanya hancur, Sambil luka besar juga terlihat Di dada,” ungkap koran tersebut.
Di penyelidikan, mengutip surat kabar Nieuwe Tilburgsche Courant (6 Mei 1914), tercatat 24 orang meninggal dunia dan puluhan lainnya Merasakan luka-luka. Masinis selamat, tetapi harus menjalani Penanganan cukup lama.
Hasil penyelidikan polisi menyebut penyebab utama kecelakaan memang murni Sebab kerbau tersebut. Hewan itu awalnya Lagi mencari makan Di Disekitar rel, lalu tiba-tiba lepas Di rombongan dan menyeberang tepat Pada kereta melaju. Dampaknya, tabrakan pun tak dapat dihindari.
Pasca kejadian, perusahaan kereta api disebut mulai Mengkaji pemasangan pelindung Di Dibagian Didepan lokomotif serta pagar Di sepanjang rel Sebagai mencegah kecelakaan serupa terulang kembali.
(mfa/wur)
Add
as a preferred
source on Google
Artikel ini disadur –> Cnbcindonesia Indonesia: Warga Jakarta Heboh, Kereta Tabrak Kerbau dan Jembatan-24 Orang Tewas









