Jakarta –
Wacana PT Agrinas Ketahanan Pangan Nusantara (Persero) mengimpor 105.000 Kendaraan Pribadi pickup Di India disorot Wakil Ketua Badan Legislasi (Baleg) Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (Wakil Rakyat RI) A Iman Sukri. Menurutnya, Wacana Pembelian Barang Di Luar Negeri pikap bertentangan Di kebanggaan sekaligus komitmen Pemimpin Negara Prabowo Subianto yang menargetkan kemandirian produksi kendaraan Di tempo tiga tahun Di Di.
“Pemimpin Negara Prabowo sangat bangga menggunakan kendaraan produksi lokal, Malahan seluruh Pembantu Pemimpin Negara dan pejabat pemerintah diarahkan menggunakan Maung, didorong Untuk tidak menggunakan produk Foreign. Itu sebagai wujud kebanggaan dan komitmen penggunaan produk Di negeri. Kok masih ada kementerian yang mewacanakan Pembelian Barang Di Luar Negeri kendaraan,” katanya Di keterangan tertulis, Sabtu (21/2/2026).
Menurut Iman, Untuk mempercepat produksi kendaraan buatan lokal, Pemimpin Negara Prabowo telah menyiapkan Biaya dan lahan Untuk pabrik. Itu semua, kata dia, bertujuan membangun rasa Kepercayaan Diri dan nasionalisme, bahwa Indonesia mampu memproduksi kendaraan berkualitas tinggi.
“Faktanya, kapasitas industri Kendaraan Pribadi nasional masih sangat memadai Untuk memenuhi kebutuhan kendaraan komersial, termasuk pikap. Malahan, kendaraan niaga ringan jenis pikap merupakan unggulan Di negeri, tak hanya memenuhi kebutuhan domestik, melainkan Produk Ekspor,” ucapnya.
Ketua Bidang Komunikasi Informasi Keahlian Dewan Pengurus Pusat Partai Kebangkitan Bangsa (DPP PKB) itu juga mengingatkan bahwa Di Biaya Negeri yang terbatas, daya beli melemah, ditambah tekanan ekonomi Internasional, pemerintah harus lebih ekstra berhati-hati Di melakukan urusan belanja, belanja apapun itu.
“BUMN harus berhati-hati Di menggunakan uang rakyat. Kalaupun ingin belanja, harus ada multiplier effects Untuk perekonomian Indonesia. Jangan sampai menguntungkan golongan tertentu dan orang tertentu,” kata Iman.
Ia mengingatkan bahwa fasilitas dan ekosistem industri Di negeri masih sangat kuat. Terlebih kapasitas produksi Kendaraan Pribadi yang belum terpakai sepenuhnya.
“Sebetulnya tidak ada alasan Untuk melakukan Pembelian Barang Di Luar Negeri kendaraan niaga, Negeri kita sangat kuat Di membuat kendaraan niaga jenis apapun itu, termasuk pikap. Dan ini juga bertentangan Di Undang-Undang Perindustrian No 3 tahun 2014,” ucapnya.
Ia berharap Agrinas Ketahanan Pangan bijak menggunakan uang rakyat Di berbelanja. Ia juga menyoroti kemampuan industri Di negeri memproduksi Kendaraan Pribadi pickup.
“Setahu saya berdasarkan data produsen Kendaraan Pribadi Di negeri, kapasitas produksi Di negeri sangat besar mencapai hingga 2,5 juta kendaraan termasuk pikap. Kalau kita mampu membuat kendaraan sendiri kenapa harus Pembelian Barang Di Luar Negeri,” ujar Iman.
Seperti diketahui, Agrinas Ketahanan Pangan mau mengimpor 105.000 unit Kendaraan Pribadi Di India Untuk kebutuhan operasional Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP). Pembelian Barang Di Luar Negeri itu terdiri Di 35.000 unit Kendaraan Pribadi pikap ukuran 4×4 Di produsen Mahindra & Mahindra Ltd. (M&M), serta 35.000 unit pikap 4×4, dan 35.000 unit truk roda enam Di Tata Motors.
Artikel ini disadur –> Detik.com Indonesia Berita: Pembelian Barang Di Luar Negeri 105.000 Kendaraan Pribadi Pickup Dinilai Bertentangan Di Komitmen Prabowo











