Jakarta –
Produsen Kendaraan Pribadi asal Jerman, Mobil Volkswagen, Berencana melakukan pemutusan hubungan kerja (Pemutusan Hubungan Kerja) 50.000 karyawan lagi Untuk menyesuaikan daya saing para kompetitornya. Hal ini terungkap Untuk sebuah memo internal tertanda CEO Mobil Volkswagen, Oliver Blume.
Dikutip Untuk CNBC, Bersama Langkah Tersebut Mobil Volkswagen berencana Pemutusan Hubungan Kerja Di total 100.000 karyawan. Sebagai informasi, Sebelumnya Mobil Volkswagen telah memangkas 50.000 karyawan Hingga seluruh grup, termasuk anak perusahaan Mobil Sport Porsche dan Mobil Audi.
Akan Tetapi, berdasarkan memo CEO Mobil Volkswagen, perusahaan harus Mengurangi biaya lagi Sesudah menghitung kerugian sebesar 20%. Kepuasan ini diartikan sebagai sinyal pengurangan sebanyak 50.000 karyawan lagi Hingga seluruh dunia.
Mobil Volkswagen dikabarkan merampingkan struktur karyawan menyusul merosotnya laba bersih perusahaan imbas tarif miliaran euro dan persaingan ketat Hingga China.
“Di ini kami Untuk Menimbang Hingga seluruh merek, perusahaan, dan Daerah berapa banyak penyesuaian yang sebenarnya diperlukan dan layak dilakukan,” kata Blume Untuk memo tersebut, dikutip Untuk CNBC, Senin (13/7/2026).
Sebelumnya, Mobil Volkswagen tersebut menolak Menyatakan Pendapatnya mengenai laporan bahwa mereka Untuk Merencanakan pengurangan hingga 100.000 karyawan. Akan Tetapi Sesudah memo tersebut beredar, terdapat seruan amarah Untuk para pekerja yang mendesak manajemen Mobil Volkswagen menjelaskan Wacana restrukturisasi kepada dewan pengawas perusahaan.
Sumber yang mengetahui masalah tersebut mengatakan, perwakilan buruh Hingga Asosiasi tersebut memblokir proposal tersebut. Menurut perwakilan buruh, Wacana tersebut mencakup Pemutusan Hubungan Kerja dan opsi penutupan empat pabrik.
“Hingga hari ini, kami masih belum dapat mengkonfirmasi Peristiwa Pidana penggunaan yang Bersaing Sebagai pembangkit listrik Hingga Emden, Hanover, Zwickau, dan Neckarsulm Ke tahun 2030-an,” kata Oliver Blume Untuk memo tersebut.
Artikel ini disadur –> Detik.com Indonesia Berita: Raksasa Kendaraan Pribadi Dikabarkan Krisis, Pemutusan Hubungan Kerja hingga 100.000 Karyawan











