Market  

Emas Berhasil Pangkas Koreksi usai Pengumuman Tak Terduga Trump




Jakarta, CNBC Indonesia – Emas, perak, dan platinum kembali Merasakan penurunan tajam Di hari Senin (23/3/2026), tetapi berhasil memangkas kerugian awal yang besar. Meredanya koreksi tersebut Sebab harapan Terbaru Berencana de-eskalasi konflik Iran membangkitkan semangat investor.

CNBC International mencatat harga emas spot telah turun lebih Di 5% Di Senin pagi, menjadi US$4.262,50, Sebelumnya pulih dan diperdagangkan Di $4.412 Di pukul 11:40 pagi Di London (7:40 pagi ET).

Pergerakan harga yang fluktuatif ini terjadi Setelahnya pengumuman Dari Ri Donald Trump bahwa AS Berencana menunda serangan Di infrastruktur energi Iran Setelahnya pembicaraan yang “baik dan produktif” Ditengah kedua Bangsa.

Harga emas berjangka terakhir terlihat Di 4% lebih rendah, Di US$4.392, Setelahnya Sebelumnya turun hampir 10%. Logam mulia berwarna kuning ini kehilangan hampir 10% minggu lalu Di penampilan terburuknya Dari September 2011. Harga emas spot kini telah kehilangan Di 25% Dari mencapai Pencapaian tertinggi US$5.594,92/oz Di akhir Januari.

Sambil Itu, harga perak spot turun 5,9% menjadi US$63,76, terendah tahun ini dan hampir setengah Di level US$117 Di 28 Februari, ketika Konflik Bersenjata Iran dimulai. Kendati penjualan besar-besaran yang terlihat Sebelumnya Di hari itu sedikit mereda, harga perak berjangka masih diperdagangkan 8,3% lebih rendah Di hari Senin Di US$63,98.

Unjuk Rasa jual meluas Di logam mulia lainnya, Bersama platinum berjangka anjlok 9,7% menjadi US$1.780,20, Sambil paladium turun 4,7% menjadi US$1.377,50.

Penurunan harga emas, yang secara tradisional Disorot sebagai aset safe haven utama Di Pada gejolak pasar, sejalan Bersama sentimen risk-off yang Lagi berlangsung Di pasar Sebab konflik Iran memicu kekhawatiran atas Ketidakstabilan Ekonomi dan Fluktuasi Harga energi.

Para ahli strategi pasar mengatakan kepada CNBC Terbaru-Terbaru ini bahwa prospek suku bunga yang lebih tinggi sebagai akibat Di Konflik Bersenjata dapat Meningkatkan obligasi pemerintah Di kalangan investor, Bersama mengorbankan logam mulia yang tidak menghasilkan imbal hasil.

Akan Tetapi, imbal hasil obligasi pemerintah zona euro sekali lagi bergerak naik Di perdagangan awal Senin, lantaran eskalasi konflik terbaru menyisakan sedikit aset lindung Bagi investor.

Sebelumnya, Ri AS Donald Trump telah Mengeluarkan ultimatum kepada Iran yang menyerukan pembukaan kembali Selat Hormuz, dan Iran mengancam pembeli obligasi Treasury AS. Nic Puckrin, salah satu pendiri Coin Bureau, mengatakan ini dapat mengakhiri reli emas jangka panjang tahun lalu.

“Taruhan Di Konflik Bersenjata Iran Terbaru saja Meresahkan dan apa yang kita lihat adalah pelarian terakhir Di tempat yang aman. Inilah tepatnya bagaimana perdagangan momentum yang ramai berakhir,” kata Puckrin.

“Apa yang kita lihat Di logam mulia menandakan bahwa Lembaga Keuanganpusat dan Bangsa-Bangsa Teluk memanfaatkan cadangan emas yang telah mereka bangun Di beberapa tahun terakhir. Fokus telah bergeser Di akumulasi Di pelestarian modal. Ini Berencana membatasi harga emas secara alami.”

(hsy/hsy)



Add



as a preferred

source on Google



[Gambas:Video CNBC]

Artikel ini disadur –> Cnbcindonesia Indonesia: Emas Berhasil Pangkas Koreksi usai Pengumuman Tak Terduga Trump

คุณสามารถเข้าสู่ระบบการเรียนรู้และฝึกฝนเทคนิคการเล่นได้ที่ https://pgth.uk.com/ทดลองเล่นสล็อต/