Jakarta, CNBC Indonesia – Di pekerjaan berisiko tinggi, setiap prosedur keselamatan bukan sekadar formalitas. Semua harus dijalankan sesuai standar operasional (SOP). Jika diabaikan, risikonya bisa fatal, seperti yang terjadi tepat hari ini 16 tahun silam Hingga lepas pantai Teluk Meksiko.
Akibat mengabaikan peringatan bahaya, kilang pengeboran Migas meledak dan memicu jutaan barel Migas terbuang sia-sia Hingga lautan.
Ke malam 20 April 2010, terjadi Kegiatan pengeboran Hingga sumur Macondo, Teluk Meksiko. Hingga lokasi tersebut berdiri kilang Deepwater Horizon, yakni fasilitas pengeboran lepas pantai yang dimiliki Transocean dan disewa Dari perusahaan Migas BP.
Mengutip Britannica, sumur ini berada Di 1.500 meter Hingga bawah permukaan laut dan menembus ribuan meter lapisan batuan. Pengeboran telah berlangsung Sebelum Februari 2010 dan Kegiatan hari itu memasuki tahap akhir Sebelumnya penutupan Sambil Itu sumur.
Akan Tetapi, Hingga balik Kegiatan yang terlihat normal, beberapa teknisi sudah merasakan tanda-tanda bahaya yang sebenarnya telah muncul.
Beberapa jam Sebelumnya ledakan, hasil uji tekanan Menunjukkan kejanggalan. Data mengindikasikan sumur belum sepenuhnya stabil dan Berpeluang bocor. Di praktik standar industri, Situasi ini seharusnya menjadi alarm Untuk menghentikan operasi Sambil Itu dan melakukan evaluasi menyeluruh.
Akan Tetapi, operasi tetap dilanjutkan Dari BP Hingga Ditengah tekanan Untuk menyelesaikan proyek Di cepat dan efisien, meski Situasi sumur Menunjukkan potensi risiko yang signifikan.
Tak lama Lalu, kekhawatiran itu menjadi kenyataan. Gas bertekanan tinggi Di Di sumur menerobos lapisan semen pelindung yang Mutakhir dipasang, lalu naik Melewati pipa Ke anjungan dan menyebar Hingga seluruh area pengeboran.
Di hitungan detik, gas itu tersulut dan memicu ledakan hebat. Sistem pengaman utama yang seharusnya mampu menutup sumur secara otomatis Ke Situasi darurat justru gagal berfungsi.
Ledakan pun tak terhindarkan. Di kesaksiannya kepada The Guardian, salah satu pekerja bernama Stephen Davis mengatakan ketika ledakan terjadi, asap hitam langsung memenuhi anjungan disertai guncangan hebat yang melempar tubuh setiap orang hingga 5 meter.
“Seluruh anjungan berguncang. Rasanya seperti berjalan langsung Hingga neraka,” ujarnya.
Sayangnya, Di Situasi darurat, para pekerja termasuk David harus bertahan Pada berjam-jam Sebelumnya evakuasi dilakukan. Sebab, kebakaran Hingga Di kilang menyulitkan penyelamatan. Barulah Di situasi kondusif tercatat 11 pekerja tewas dan 17 lainnya luka-luka.
Akan Tetapi, Migas Di sumur yang rusak terus Datang Hingga laut Pada berbulan-bulan. Awalnya, kebocoran diperkirakan hanya Di 1.000 barel per hari. Berencana tetapi, angka tersebut Lalu melonjak hingga lebih Di 60.000 barel per hari.
Semburan Migas Mutakhir berhasil dihentikan Ke Juli 2010, hampir tiga bulan Setelahnya ledakan, Sebelumnya akhirnya sumur disegel secara permanen Ke September tahun yang sama. Pada periode tersebut, Di 4,9 juta barel Migas tumpah Hingga laut, Supaya menjadikannya salah satu bencana lingkungan terbesar Di sejarah.
Dampaknya lebih Di itu. Perairan Teluk Meksiko tercemar, ekosistem rusak, dan Kegiatan ekonomi Kelompok pesisir terganggu.
Awalnya, perusahaan menyebut bencana ini sebagai kegagalan teknis. Akan Tetapi, setahun Lalu, Regu investigasi yang dibentuk Pemimpin Negara Amerika Serikat menyimpulkan tragedi ini tidak semata-mata disebabkan Dari faktor teknis.
Sejumlah keputusan Pada proses pengeboran, termasuk upaya menghemat waktu dan biaya, dinilai turut berkontribusi Di bencana tersebut.
“Perusahaan-perusahaan yang terlibat membuat keputusan Untuk memangkas biaya dan menghemat waktu, yang Ke akhirnya berkontribusi Ke bencana ini,” demikian laporan investigasi, dikutip BBC International, Senin (20/4/2026).
Setelahnya kejadian, BP dikenai denda dan kewajiban kompensasi Di total lebih Di US$60 miliar. Hukuman Politik ini menjadikannya sebagai salah satu hukuman terbesar Di sejarah industri energi dan lingkungan.
(mfa/mfa)
Add
as a preferred
source on Google
Artikel ini disadur –> Cnbcindonesia Indonesia: Abaikan Peringatan Bahaya, Kilang Migas Meledak-Jutaan Barel Terbuang











