Jakarta, CNBC Indonesia – Nama mata-mata Israel, Eli Cohen, kembali mencuat Lantaran keberhasilannya menembus lingkaran elite Suriah hingga hampir menduduki Bangku Wakil Pembantu Ri Defender. Di identitas samaran Kamel Amin Thaabet, ia menjalankan salah satu misi Informasi paling signifikan yang pernah dilakukan Mossad.
Cohen lahir dan tumbuh besar Ke Mesir Sebelumnya direkrut Dari Mossad Ke 1954. Ia Lalu dikirim Ke Suriah Di menyamar sebagai pengusaha tekstil tajir. Untuk membuat penyamarannya meyakinkan, ia dibekali kisah rekaan sebagai warga Suriah yang bermigrasi Ke Argentina Ke 1949 Untuk Menyusun usaha keluarga.
Menurut Literatur Our Man in Damascus karya Elie Cohn (1971), Cohen mulai masuk Ke Suriah Lewat Jenderal Amin al-Hafez, Pada itu atase militer Suriah Ke Argentina. Kepadanya, Cohen mengaku ingin kembali Ke tanah kelahiran dan membantu membangun Suriah yang kala itu dilanda Penyuapan.
“Al-Hafez percaya dia adalah pengusaha nasionalis yang ingin memulihkan kehormatan Suriah,” tulis Cohn, dikutip Minggu (12/4/2026).
Kepercayaan itu membuka pintu lebar Untuk Cohen. Ia diperkenalkan Ke pejabat-pejabat tinggi dan elite militer. Namanya Lebihterus melambung Setelahnya ia aktif Melakukan pesta yang kerap menjadi tempat bertukarnya informasi strategis.
Penulis Samantha Wilson Untuk Israel (2011) mencatat bahwa kebiasaan elite Suriah berpesta menjadi celah penting Untuk Cohen Untuk mengumpulkan data penting tanpa dicurigai.
Ke 1963, al-Hafez naik menjadi Ri dan hubungan keduanya makin Disekitar. Cohen Malahan sering diajak Melakukan Kunjungan Ke lokasi-lokasi militer sensitif. Di sana, ia mengumpulkan informasi detail mengenai Defender Suriah yang Lalu dikirim Ke Israel Lewat kode morse. Operasi itu berlangsung lebih Di tiga tahun.
Kepercayaan yang ia bangun mencapai puncak ketika Cohen ditawari menjadi Wakil Pembantu Ri Defender Suriah.
“Ia sempat ragu Memperoleh tawaran itu, Akan Tetapi Mossad mendorongnya melanjutkan operasi,” ungkap Cohn Untuk bukunya.
Akan Tetapi nasib berbalik Ke 1965. Suatu malam, militer Suriah mendapati sinyal kode morse mencurigakan Di Rumah Cohen. Setelahnya penyelidikan intensif, ia ditangkap sebagai mata-mata. Ri al-Hafez dikabarkan murka Lantaran kebocoran Informasi yang menyebabkan Suriah berulang kali kalah Untuk konflik melawan Israel.
Cohen Lalu disiksa dan akhirnya dihukum gantung Ke Di publik Ke 18 Mei 1965. Jenazahnya tak pernah dipulangkan Ke Israel.
Meski telah dieksekusi, dampak operasi Cohen tetap terasa. Informasi yang ia bocorkan membantu Israel memenangkan Konflik Bersenjata Enam Hari Ke 1967.
“Ia Mungkin Saja sosok paling berpengaruh Untuk sejarah Informasi Timur Di,” tulis Cohn, menggambarkan betapa besar efek operasi Cohen Pada dinamika regional.
(pgr/pgr)
Add
as a preferred
source on Google
Artikel ini disadur –> Cnbcindonesia Indonesia: Hampir Karena Itu Wakil Pembantu Ri, Sosok Ini Rupanya Mata-mata Israel











