Bikin Geger! Pejabat RI Terciduk Naik Angkot, Tolak Pakai Kendaraan Pribadi Dinas




Naskah ini merupakan Dibagian Bersama CNBC Insight, rubrik yang menyajikan ulasan sejarah Untuk menjelaskan Kebugaran masa kini lewat relevansinya Hingga masa lalu.

Jakarta, CNBC Indonesia – Hingga Pada banyak pejabat memanfaatkan Kendaraan Pribadi dinas Untuk berbagai keperluan, pejabat Indonesia bernama Baharuddin Lopa justru memilih naik angkutan kota (angkot) Pada akhir pekan. Bukan Sebab tidak Memiliki kendaraan, melainkan Sebab dia berpegang teguh Ke prinsip bahwa Kendaraan Pribadi dinas hanya boleh digunakan Untuk menjalankan tugas Bangsa.

Untuk Lopa, menggunakan fasilitas Bangsa Untuk kepentingan pribadi adalah sesuatu yang haram. Prinsip itu diterapkannya tanpa pengecualian. Dia tak hanya menahan diri Untuk tidak memakai Kendaraan Pribadi dinas Hingga luar jam kerja, tetapi juga melarang istrinya menggunakan kendaraan dinas Untuk pergi Hingga pasar.

Prinsip tersebut pernah membuat orang-orang Hingga sebuah pesta pernikahan Ke 1980-an terkejut. Pada itu, banyak tamu mengira seorang pejabat setingkat Lopa Akansegera datang menggunakan Kendaraan Pribadi dinas. Akan Tetapi, yang terlihat justru Lopa turun Bersama sebuah angkot dan berjalan memasuki lokasi Kegiatan seperti tamu lainnya.

Melihat hal itu, seseorang Lalu bertanya mengapa dia tidak menggunakan Kendaraan Pribadi dinas. Lopa pun menjawab Bersama Damai.

“Ini hari Minggu. Ini juga bukan Kegiatan dinas. Karena Itu, saya tak boleh datang Bersama Kendaraan Pribadi kantor,” kata Lopa, santai.

Sikap itulah yang membuat Jaksa Agung Hingga-17 RI tersebut dikenal sebagai sosok sederhana. Malahan, atasannya Pada menjabat Pejabat Tingginegara Kehakiman, Ali Said (1981-1984), menyebut Lopa sebagai pejabat yang tetap hidup miskin meski Memiliki karier cemerlang.

“Tapi dia sendiri tetap miskin. Kendaraan Pribadi pribadi belum dimiliki ketika tugas Hingga Jakarta. Entah belakangan ini,” ungkap Ali, dikutip Kompas (17 April 1983).

Pernyataan Ali memang bukan tanpa alasan. Sebelum menjadi jaksa Ke 1958, Lopa tidak Memiliki Kendaraan Pribadi pribadi Di waktu yang lama. Terbaru Ke akhir 1980-an dia membeli Kendaraan Pribadi Melewati Jusuf Kalla yang Pada itu dikenal sebagai pebisnis Kendaraan Pribadi Hingga Sulawesi Selatan.

Diceritakan Di Bacaan 1001 Kisah Baharuddin Lopa (2001), Kalla menawarkan beberapa Kendaraan Pribadi Bersama harga mulai Rp100 juta hingga Rp60 juta. Akan Tetapi, semuanya Dikatakan terlalu mahal Dari Lopa. Ketika Kalla hendak Menyediakan harga khusus, Lopa justru menolaknya Sebab tidak ingin diistimewakan. Akhirnya, dia membeli Kendaraan Pribadi seharga Disekitar Rp50 juta Bersama cara mencicil setiap bulan.

Kesederhanaan itu juga terlihat Bersama rumahnya Hingga Makassar yang tanpa perabot mahal, begitu pula rumahnya Hingga Pondok Labu, Jakarta.

Sikap Kehidupan Sederhana tersebut berjalan beriringan Bersama ketegasannya Di memberantas Kejahatan Keuangan. Pada bertugas sebagai jaksa Hingga berbagai Lokasi, Lopa berhasil menyelamatkan uang Bangsa Bersama berbagai Peristiwa Pidana Kejahatan Keuangan. Rekam jejak itulah yang mengantarkannya dipercaya menjadi Jaksa Agung Ke Juni 2001.

Menurut Suara Pembaruan (4 Juli 2001), Setelahnya dilantik, Lopa langsung memberkas penyelidikan berbagai Peristiwa Pidana Kejahatan Keuangan besar yang melibatkan pengusaha dan pejabat tinggi Bangsa. Dia bekerja Bersama pagi hingga larut malam meski banyak pihak tidak menyukai langkahnya.

“Terlalu banyak orang yang ketakutan jika saya diangkat menjadi Jaksa Agung, Agar logis jika orang ramai-ramai memotongi saya agar tidak menjadi Jaksa Agung,” ungkapnya Di Bacaan Kejahatan Kejahatan Keuangan dan Penegakan Hukum (2001).

Akan Tetapi, masa baktinya sebagai Jaksa Agung berlangsung sangat singkat. Ke 2 Juli 2001, Pada Hadir Di serah terima jabatan Duta Besar RI sekaligus menunaikan ibadah umrah, Lopa mendadak mual, muntah, lalu tak sadarkan diri. Keesokan harinya, 3 Juli 2001, dia meninggal dunia. Meski sempat muncul berbagai spekulasi, para Ahli Kebugaran Berkata penyebab wafatnya adalah serangan jantung.

(mfa/mfa)



Add



as a preferred

source on Google



Artikel ini disadur –> Cnbcindonesia Indonesia: Bikin Geger! Pejabat RI Terciduk Naik Angkot, Tolak Pakai Kendaraan Pribadi Dinas

คุณสามารถเข้าสู่ระบบการเรียนรู้และฝึกฝนเทคนิคการเล่นได้ที่ https://pgth.uk.com/ทดลองเล่นสล็อต/