PNM Dampingi Pengusaha Rumput Laut Tumbuh Bersama Holding Ultra Mikro




Jakarta, CNBC Indonesia – Perjalanan Fipi Novita Sari sebagai Account Officer (AO) PNM Mekaar membawanya menembus jalur laut dan darat Sebagai menjangkau para pelaku usaha Di Pulau Sebatik, Nunukan, Kalimantan Utara. Di tiga bulan ditempatkan Di Area tersebut, Novi tidak hanya Berusaha Mengatasi perjalanan Didalam perahu dan medan jalan yang berkelok serta berbukit, tetapi juga menemukan cerita tentang para perempuan pelaku usaha rumput laut yang Ditengah Melakukanupaya Membuat usaha mereka.

Bagi Novi, perjalanan panjang tersebut menjadi Pada Didalam tugas Sebagai memastikan nasabah dapat memperoleh akses pembiayaan sekaligus pendampingan yang mereka butuhkan. Mayoritas nasabah yang ditemuinya merupakan pelaku usaha rumput laut yang memanfaatkan pembiayaan Mekaar Sebagai menambah kebutuhan usaha, seperti tali yang digunakan Di proses budidaya.

Medan yang dilalui pun tidak selalu mudah. Sebagian Area Sebatik didominasi perkebunan kelapa sawit Didalam jalan yang berkelok dan berbukit. Ketika hujan turun Didalam intensitas tinggi, perjalanan laut juga dapat menjadi lebih menantang Sebab ombak yang cukup besar.

“Terkadang kami harus mengejar waktu Supaya perjalanan terasa cukup menantang, apalagi ketika banyak kendaraan roda empat yang melintas,” ujar Novi dikutip Kamis (10/9/2026).

Akan Tetapi, perjalanan tersebut justru mempertemukan Novi Didalam berbagai cerita usaha Komunitas Di Sebatik. Pada ini, ia mendampingi Disekitar 18 kelompok Didalam hampir 100 nasabah. Tugasnya dilakukan Sebelum proses pembiayaan, mulai Didalam menjelaskan tahapan kepada nasabah hingga memastikan pembiayaan dapat dicairkan.

Didalam Komitmen tersebut, Novi melihat bagaimana pembiayaan yang diterima nasabah digunakan Sebagai mendukung Karya usaha sehari-hari. Bagi para pelaku usaha rumput laut, tambahan modal Di lain digunakan Sebagai membeli tali yang menjadi salah satu kebutuhan Di proses budidaya.

Tidak hanya rumput laut, Novi juga menjumpai nasabah yang menjalankan usaha Didalam hasil laut lainnya, seperti udang dan kerang tudai. Di sejumlah keluarga, Karya usaha tersebut dilakukan bersama. Suami mencari hasil laut Di pulau lain, Sambil Itu sang istri Sesudah Itu menjual hasil tangkapan Sebagai memperoleh penghasilan.

Salah satu Penghayatan yang paling berkesan Bagi Novi adalah melihat perubahan Di perempuan yang Sebelumnya Itu bekerja sebagai “Mak Betang”, istilah lokal Bagi orang yang membantu mengikat rumput laut, termasuk Di tempat penjemuran. Sesudah memperoleh pembiayaan PNM, sebagian Didalam mereka mulai mencoba membangun usaha sendiri.

“Dari Sebab Itu, Sebelumnya Itu hanya sebagai pekerja, sekarang mereka mulai Memiliki usaha sendiri,” kata Novi.

Perjalanan Novi Di Sebatik juga membuatnya melihat bahwa usaha rumput laut Komunitas Memiliki keterhubungan Didalam rantai ekonomi yang lebih luas. Sebagian rumput laut Didalam Nunukan dikirim Ke Sulawesi Sebagai Sesudah Itu masuk Ke pabrik pengolahan dan sebagian hasilnya dapat diekspor.

“Biasanya ada juga nasabah Di Nunukan yang membuat produk seperti amplang rumput laut. Sebagai rumput lautnya sendiri, sebagian dikirim Ke Sulawesi. Didalam sana, ada pabrik yang Sesudah Itu mengolahnya dan sebagian bisa diekspor,” ujar Novi.

Menurutnya, berkembangnya usaha Komunitas juga dapat membuka Kemungkinan Mutakhir Di lingkungan Disekitar. Ketika usaha nasabah Lebihterus besar, kebutuhan tenaga kerja turut Meresahkan Supaya Menyediakan kesempatan Bagi Komunitas lain Sebagai ikut memperoleh penghasilan.

“Dampak nyatanya adalah nasabah bisa membuka Kemungkinan kerja Bagi orang lain. Mereka bisa Membuat usahanya Supaya usahanya Lebihterus besar dan Di akhirnya dapat menjadi Kemungkinan pekerjaan Bagi Komunitas lainnya,” ujarnya.

Novi sendiri telah bergabung Didalam PNM Sebelum 28 Oktober 2024. Sebelumnya dan Sesudah penempatannya Di Sebatik, ia bertugas Di Area Nunukan, Kalimantan Utara.

“Di Samping Itu, pekerjaan ini membuat saya bisa bertemu dan berinteraksi Didalam banyak orang. Saya juga bisa Membuat diri Di PNM dan belajar bagaimana proses pembiayaan Di salah satu perusahaan besar,” ucapnya.

Kisah Novi dan para nasabah Di Sebatik menjadi Pada Didalam upaya Holding Ultra Mikro (UMi) Di memperluas akses pembiayaan dan pemberdayaan Bagi pelaku usaha ultra mikro. Holding UMi terdiri Didalam PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk sebagai induk bersama PT Pegadaian dan PT Permodalan Nasional Madani (PNM), yang dirancang Sebagai Memperkenalkan akses pembiayaan terintegrasi Bagi pelaku usaha mikro dan ultra mikro Di berbagai Area Indonesia.

Corporate Secretary BRI Dhanny mengatakan, Sukses Holding UMi tidak hanya tercermin Didalam Perkembangan Usaha, tetapi juga Didalam manfaat yang dirasakan langsung Dari Komunitas, khususnya pelaku usaha ultra mikro. Akses pembiayaan dan pendampingan diharapkan dapat membantu mereka Membuat usaha dan Meningkatkan kemandirian ekonomi.

Hingga Pada ini, Holding Ultra Mikro telah menjangkau 33,6 juta nasabah pinjaman, Didalam jumlah Didalam Dukungan basis simpanan mikro yang telah mencapai lebih Didalam 166,3 juta rekening.

“Kisah Novi Di Sebatik menjadi salah satu gambaran bagaimana manfaat tersebut hadir hingga Ke pelosok Area. Di Ditengah medan yang menantang, Novi terus menjangkau dan mendampingi nasabah agar dapat Membuat usaha, termasuk para pelaku usaha rumput laut,” pungkas Dhanny.

(rah/rah)

Artikel ini disadur –> Cnbcindonesia Indonesia: PNM Dampingi Pengusaha Rumput Laut Tumbuh Bersama Holding Ultra Mikro

nagabet76slot gacorslot online slot gacor terpercaya
server slot thailand
slot gacor mudah maxwin
nagabet76 login