loading…
Volume pelayaran kapal Di Selat Hormuz -urat nadi perdagangan energi Internasional- berada Di titik paling kritis. Foto/Dok
Berdasarkan data pelacakan kapal Di Ditengah pekan kemarin, jumlah transit kapal melintasi Selat Hormuz menyusut menjadi hanya 7 kapal, merosot tajam Didalam 12 kapal Di hari Sebelumnya Itu. Angka ini jauh Di bawah rata-rata harian 10 hari terakhir yang mencatatkan 14 transit.
Didalam total 7 kapal yang terdeteksi melintas, sebanyak 4 kapal bergerak keluar dan 3 kapal memasuki kawasan Teluk. Pemicu utama kekhawatiran pasar adalah absennya armada pemuat Produk Internasional Energi cair (Liquefied Natural Gas/LNG) Didalam daftar kapal yang berhasil keluar.
Baca Juga: Harga Energi Dunia Tembus USD100 per Barel, Bisa Lampaui USD120 Untuk Waktu Didekat
Didalam 4 kapal yang keluar, hanya terdapat satu supertanker Very Large Crude Carrier (VLCC) -Finland Prosperity- yang membawa hampir 2 juta barel Energi mentah. Sisa kapal kargo lainnya yang keluar mencakup dua kapal angkut Produk Internasional curah (dry bulk) dan satu tanker produk Energi jarak pendek.
Artikel ini disadur –> Sindonews Indonesia News: Lalu Lintas Selat Hormuz Menyusut Di Satu Digit, Jalur Vital Energi Dunia Terancam Lumpuh











