Jakarta, CNBC Indonesia- CEO PT Korea Investment Management Indonesia, Barkah Supriadi menyebutkan exchange traded fund (ETF) emas sebagai instrumen alternatif Untuk Penanaman Modal Untuk Negeri berbasis emas.
Dukungan pemerintah Lewat insentif Pajak Lainnya Untuk ETF Emas diharapkan dapat menjadi faktor pendukung penetrasi instrumen ETF Emas Supaya dapat mengerek daya saing ETF Emas. Di Di Itu juga dibutuhkan upaya Merangsang likuiditas dan literasi kepada Kelompok Yang Berhubungan Bersama instrumen Penanaman Modal Untuk Negeri reksa dana termasuk ETF Emas.
Sambil Itu Yang Berhubungan Bersama perkembangan Bursa Efek RI, KIM Indonesia memproyeksi IHSG hingga akhir tahun 2026 Akansegera Lebih atraktif Bersama potensi pasar saham bisa tumbuh 8-10%, obligasi 5-6% dan ETF Emas Memperoleh potensi Memikat Untuk dipilih investor.
Di Di Itu investor juga terus mencermati arah Aturan ekonomi dan pengelolaan fiskal sebagai penopang keyakinan pasar Di Bursa Efek RI. Lalu seperti apa potensi & daya Tarik Bursa Efek RI termasuk ETF Emas? bagaimana investor melihat prospek ekonomi RI?
Selengkapnya simak dialog Andi Shalini Bersama Chief Investment Officer PT Korea Investment Management Indonesia, Barkah Supriadi Untuk Power Lunch, CNBC (Selasa, 18/08/2026)
Artikel ini disadur –> Cnbcindonesia Indonesia: Ada Insentif Pajak Lainnya, Penanaman Modal Untuk Negeri ETF Emas Lebih Memikat?











