Jakarta –
Pemerintah Memberi penjelasan Yang Terkait Bersama pernyataan 1.800 ton emas Komunitas disimpan Di bawah bantal. Pemerintah Mengungkapkan, istilah tersebut bukanlah bermakna secara harfiah.
Juru Bicara Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Haryo Limanseto menerangkan, istilah ‘emas Di bawah bantal’ merupakan metafora Bagi menggambarkan akumulasi kepemilikan emas Komunitas yang terbentuk Di bertahun-tahun dan lintas generasi. Hal ini sejalan Bersama Kearifan Lokal Dunia Komunitas Indonesia yang secara tradisional menjadikan emas sebagai salah satu bentuk simpanan dan penyimpan nilai.
Sebagian emas tersebut hingga kini masih disimpan secara pribadi atau secara konvensional Di Rumah tangga.
“Istilah tersebut tidak dimaksudkan secara harfiah sebagai emas yang ditemukan secara fisik Di bawah bantal Komunitas,” katanya Untuk keterangan tertulis, Minggu (23/8/2026).
Terangnya, Indonesia Memperoleh cadangan emas yang diperkirakan Di 3.600 ton Bersama produksi emas Di 90 ton setiap tahunnya. Sambil Itu emas yang berada Di Komunitas diperkirakan dapat berkisar 1.800 ton. Emas yang berada Di Komunitas tersebut merupakan emas yang secara tradisional dimiliki dan disimpan Bersama Komunitas.
“Potensi Di 1.800 ton emas Komunitas, Bersama nilai Di US$ 252 miliar, merupakan gambaran besarnya aset emas yang dimiliki dan masih disimpan secara pribadi Di Komunitas. Angka tersebut berbeda Bersama cadangan emas Indonesia dan tidak diartikan sebagai tambahan Pada cadangan emas tambang nasional,” paparnya.
Dia melanjutkan, besarnya potensi emas yang dimiliki Komunitas menjadi salah satu Kemungkinan Untuk Pembaruan ekosistem bullion nasional. Pemerintah Mendorong agar Komunitas Memperoleh pilihan yang Lebih luas Untuk mengelola dan mengoptimalkan aset emas yang dimiliki Melewati instrumen keuangan yang aman, terpercaya, dan terintegrasi.
Untuk konteks tersebut, kata dia, apabila sebagian Untuk potensi emas Komunitas misalnya Di 20% dapat masuk Hingga Untuk instrumen keuangan Melewati ekosistem bullion, maka Berencana Memberi dampak positif Pada Pembaruan pasar bullion dan perekonomian nasional.
Dia menekankan, angka tersebut merupakan ilustrasi potensi dan bukan mewajibkan Komunitas Bagi memindahkan atau menyerahkan emas yang dimilikinya.
“Pemerintah tidak bermaksud Memutuskan alih atau mengalihkan kepemilikan emas Komunitas. Kepemilikan dan keputusan Komunitas Bagi menyimpan, memperdagangkan, atau memanfaatkan emas tetap menjadi hak Komunitas sepenuhnya. Pemerintah berperan membangun ekosistem dan menyediakan pilihan instrumen yang dapat Memberi nilai tambah Bagi aset Komunitas,” jelasnya.
Sebelumnya, Pejabat Tingginegara Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyampaikan potensi besar Untuk emas Komunitas yang masih disimpan secara pribadi. Menurutnya, ada 1.800 ton emas yang disimpan Di bawah bantal Bersama nilai mencapai US$ 252 miliar atau Rp 4.460 triliun (kurs Rp 17.700).
Hal itu disampaikan Airlangga Pada Memberi sambutan Untuk Peristiwa peluncuran Indonesia Bullion Market Association (IBMA). Airlangga menilai, potensi tersebut dapat menjadi salah satu sumber Kemajuan Terbaru Bagi ekosistem bullion Di Indonesia.
“Emas yang ada Di bawah bantal itu ada 1.800 ton. Nah kalau 1.800 ton, itu nilainya juga luar biasa, US$ 252 miliar,” kata Airlangga Untuk peluncuran IBMA Di BSI Tower, Jakarta Pusat, Kamis (20/8).
Dari bullion bank diresmikan Bersama Kepala Negara Prabowo Subianto, Pegadaian tercatat telah Memperoleh Di 153 ton emas Bersama nilai Di US$ 20 miliar. Sambil Itu Bank Syariah Indonesia (BSI) Memperoleh Di 20 ton emas.
Dia menyebut apabila 20% saja Untuk emas yang Pada ini masih disimpan Komunitas dapat dialihkan Hingga instrumen keuangan atau perbankan syariah dan Pegadaian, dampaknya Hingga Kemajuan ekosistem bullion Berencana sangat besar
“Karena Itu, bagaimana tugasnya Untuk Pegadaian maupun BSI, yang US$ 252 billion ini, Mungkin Saja 20% saja pindah Untuk ditaruh Di bawah bantal Hingga ditaruh Hingga instrumen keuangan ataupun instrumen perbankan Di Syariah maupun Pegadaian, nah ini sebuah Kemajuan yang luar biasa kalau itu bisa kita lakukan,” tuturnya.
Artikel ini disadur –> Detik.com Indonesia Berita: Pemerintah Luruskan Pernyataan soal Emas 1.800 Ton Di Bawah Bantal











