Jakarta –
BlackRock Mengintroduksi Wacana pemangkasan jumlah karyawan Di seluruh dunia sebesar 1% atau Di 200 orang. Penyesuaian jumlah karyawan ini masuk Di siklus penyesuaian berkelanjutan.
Pemutusan hubungan kerja (Pengurangan Tenaga Kerja) ini menjadi langkah CEO BlackRock, Larry Fink, yang menerapkan siklus penyesuaian yang terukur dan berkelanjutan. Pengurangan Tenaga Kerja ini telah dilakukan sebanyak tiga kali Di 18 bulan terakhir.
Meski begitu, BlackRock telah merampungkan sejumlah akuisisi beberapa tahun terakhir. Lalu perusahaan Penanaman Modal Di Negeri itu membuka kembali lowongan pekerjaan Untuk berbagai peran seperti Manajer Penanaman Modal Di Negeri, operasional, hingga Keahlian.
Hal ini juga mencakup pekerjaan Bersama divisi pembiayaan perusahaan swasta, yang diperkuat Bersama pembelian HPS Investment Partners senilai US$ 12 miliar tahun lalu. Akuisisi ini juga menjadi yang terbesarnya Di bidang kredit swasta.
“Tindakan yang kami ambil hari ini adalah disiplin biasa Bersama sebuah organisasi yang terus berkembang,” kata seorang juru bicara perusahaan, dikutip Bersama Straits Times, Selasa (16/6/2026).
Meski demikian, perusahaan Manajer aset itu mengaku terus meninjau susunan pegawainya Di seluruh lini bisnisnya. Hal ini dilakukan Untuk Memberi layanan terbaik kepada kliennya.
Sebagai informasi, BlackRock melanjutkan Pengurangan Tenaga Kerja Di 2023 Setelahnya berhenti Di bertahun-tahun Di era Penyebara Nmassal. Perusahaan senilai US$ 14 triliun ini melakukan dua putaran besar Pengurangan Tenaga Kerja Di 2025, memangkas Di 1% Bersama jumlah karyawannya Di setiap kesempatan.
Artikel ini disadur –> Detik.com Indonesia Berita: BlackRock Pengurangan Tenaga Kerja 200 Karyawan Di Seluruh Dunia











