Jakarta –
Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) mencatat sebanyak 175 Produk, Layanan, dan Fitur (PLF) Bersama Media Online sudah melakukan self-assessment atau penilaian mandiri PP Tunas Sebagai perlindungan Di anak. Ini termasuk Netflix, game PUBG hingga Shopee.
Adapun self-assessment Bagi penyelenggara Media Online ini merupakan Dibagian Bersama kewajiban kepatuhan Di Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2025 tentang Tata Kelola Penyelenggaraan Sistem Elektronik Di Pelindungan Anak (PP Tunas) yang diterapkan secara penuh Ke akhir Maret lalu.
Di keterangan resmi Komdigi, Selasa (9/6/2026) Pembantu Presiden Tim Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi) Meutya Hafid Mengungkapkan hingga 9 Juni 2026, sudah ada 175 PLF yang dinaungi Bersama 64 Penyelenggara Sistem Elektronik (PSE) telah menyerahkan hasil penilaian mandiri kepada Komdigi Sebagai dievaluasi Lebih Jelas.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Proses pelaporan penilaian mandiri sebagai bentuk kepatuhan Di PP Tunas dilakukan penyelenggara Media Online Bersama cara melakukan penilaian internal Di produk, fitur, dan layanan atau platform mereka masing-masing. Hasilnya Lalu dilaporkan langsung kepada Komdigi.
“Sudah tepat tiga bulan Sebelum PP Tunas Diterapkan Ke akhir Maret 2026. Di ini ada Disekitar 175 PLF yang dinaungi Bersama 64 PSE yang sudah melakukan self-assessment dan menyerahkannya kepada Kemkomdigi,” kata Menkomdigi Meutya.
Ada beberapa aspek yang wajib dievaluasi, meliputi identifikasi tingkat risiko platform Di Pemakai anak Ke bawah usia 16 tahun, potensi paparan konten berbahaya (Tindak Kekerasan, pornografi, perundungan), kesiapan dan akurasi sistem verifikasi usia serta mekanisme moderasi konten dan ketersediaan fitur kontrol orang tua (parental control).
Sesudah seluruh dokumen self-assessment diterima, Komdigi Berencana melakukan verifikasi dan penilaian berdasarkan antrean laporan yang masuk. Menkomdigi Meutya mengatakan, hasil evaluasi tersebut nantinya menjadi dasar Di menentukan kategori risiko platform dan kesesuaiannya Bagi kelompok usia tertentu.
“Sebab menggunakan pendekatan berbasis risiko, setiap risiko harus ditelaah satu per satu, prosesnya memang memerlukan waktu. Kita mengukur setiap risiko. Ke antaranya risiko Yang Terkait Bersama konten, risiko kontak Bersama orang yang tidak dikenal, risiko kecanduan, risiko Kesejajaran, dan berbagai risiko lainnya,” sambung Meutya.
Yang Terkait Bersama hal ini, Indonesia memilih mekanisme yang tidak hanya Memusatkan Perhatian Ke perlindungan anak, tetapi juga Mendorong platform melakukan perbaikan fitur dan tata kelola agar Lebih aman Bagi Pemakai anak.
“Pendekatan ini berbeda Bersama sejumlah Bangsa yang menerapkan pembatasan secara menyeluruh Di akses anak Ke media sosial, platform juga harus mau berubah menjadi lebih baik. Sebab itu kami mengukur perubahan-perubahan yang mereka lakukan, termasuk fitur-fitur yang dibuat agar lebih aman Bagi anak-anak,” ucap Meutya.
Menkomdigi Meutya mengingatkan kepada platform yang belum menyampaikan self-assessment agar segera memenuhi kewajibannya Supaya tidak otomatis dikategorikan sebagai platform risiko tinggi.
Sejumlah platform yang telah melaporkan self-assessment diantaranya platform OTT (Over The Top) atau layanan Pemutaran Online yaitu Netflix, Vidio, HBO Max dan Disney. Sambil Itu kategori game yang telah menyerahkan hasil penilaian mandiri Sebagai PP Tunas seperti Roblox, PUBG Online, Crossfire, Age of Empire Mobile, Valorant, Free Fire, dan Mobile Legends.
Sebagai kategori Pasar Online yang sudah melaporkan self-assessment yakni Shopee, Tokopedia, Lazada, dan TikTok Shop. Ke kategori payment system seperti Dana, Gopay, Flip.id, serta ChatGPT, dan Grab Sebagai kategori lainnya.
(fay/fyk)
Artikel ini disadur –> Detik.com Indonesia Berita: Netflix, PUBG Hingga Shopee Sudah Lapor Penilaian Mandiri PP Tunas











