Proyek RI Ini Bikin Belanda Kagum, Ternyata Sempat Tanam Kepala Kerbau




Naskah ini merupakan Dibagian Di CNBC Insight, rubrik yang menyajikan ulasan sejarah Sebagai menjelaskan Kemakmuran masa lalu lewat relevansinya Di masa kini.

Jakarta, CNBC Indonesia – Sebuah proyek karya insinyur Indonesia pernah membuat orang Belanda terpukau. Rancangannya dinilai menyimpang Di rumus yang Di ini menjadi acuan para insinyur dunia. Tetapi, Di balik pendekatan Cara yang modern itu, sang perancang ternyata sempat menjalankan Kebiasaan Jawa Di menanam kepala kerbau Sebelumnya pembangunan dimulai.

Insinyur tersebut adalah Sedyatmo, sosok yang Sesudah Itu dikenal sebagai penemu konstruksi fondasi “cakar ayam”. Namanya kini juga diabadikan sebagai salah satu ruas jalan tol Di Jakarta.

Di 1936, dua tahun Sesudah meraih gelar insinyur, Sedyatmo Menyambut kepercayaan Di Mangkunegoro VII Sebagai membangun jembatan air Di Desa Wiroko, Wonogiri. Jembatan itu dibuat Sebagai menyalurkan air Di Sungai Wiroko agar dapat dimanfaatkan para petani Di Daerah Di.

Proyek tersebut bukan pekerjaan mudah. Lokasi pembangunan masih terpencil, akses jalannya belum memadai, dan kawasan sekitarnya dipenuhi ular berbisa. Meski begitu, Sedyatmo tidak gentar. Ia menyusun rancangan jembatan Di prinsip hemat bahan, hemat biaya, dan hemat waktu, tetapi tetap menghasilkan bangunan yang kuat dan berkualitas.

Di Di pendekatan Cara yang modern, Sedyatmo juga tidak meninggalkan adat Komunitas tempat ia bekerja. Sebelumnya pembangunan dimulai, ia memotong seekor kerbau dan menanam kepalanya Di Di lokasi proyek.

Di kepercayaan Komunitas Jawa Pada itu, kepala kerbau yang ditanam merupakan persembahan kepada roh-roh penjaga tempat agar pembangunan berjalan lancar dan para pekerja Menyambut perlindungan.

RM Sedyatmo. (Dok. Detik via Istimewa) Foto: RM Sedyatmo. (Dok. Detik via Istimewa)

Tetapi, Di autobiografinya, Sedyatmo menegaskan ia tidak menjalankan Kebiasaan tersebut Sebab mempercayai unsur mistisnya. Ia melakukannya Untuk menghormati Komunitas yang terlibat Di proyek tersebut.

“Sedyatmo melaksanakan adat tersebut, tapi tidak Di kepercayaan demikian. Ia melaksanakannya semata-mata Sebagai Menyediakan ketenangan kepada Komunitas dan orang-orang yang membantunya,” ungkapnya dikutip Di Prof. Dr. Ir. Sedyatmo: Intuisi Mencetus Daya Cipta (2019)

Sesudah penyembelihan, kenang Sedyatmo, daging kerbau dimakan bersama Dari warga dan para pekerja sebagai bentuk kebersamaan. Sambil Itu, kepala kerbau dikuburkan Sebab sebagian besar terdiri atas tulang dan sulit dimanfaatkan.

Terlepas Di adat tersebut, Di Di proyek, garapan Sedyatmo justru menuai penolakan Di kalangan insinyur Belanda. Mereka menilai rancangan jembatan tersebut menyimpang Sebab menggunakan ketebalan beton yang lebih tipis dibanding standar Cara yang berlaku Pada itu.

Tetapi, Sedyatmo tetap yakin dan berkilah bahwa mereka terlalu terpaku Di teori Di Bacaan.

“Kekuatan jembatan tersebut tidak kalah Di jembatan yang menggunakan rumus-rumus konvensional,” ungkap pria kelahiran 1909 itu. 

Ketika proyek selesai Di 1937, hasilnya justru Di luar dugaan. Jembatan Air Wiroko berdiri kokoh dan membuktikan perhitungan Sedyatmo tidak keliru. Adapun Kebiasaan menanam kepala kerbau yang dilakukan Sebelumnya Itu semata Sebagai menghormati adat Komunitas, bukan faktor yang menentukan Sukses konstruksi.

Sukses itu menjadi titik balik Di kariernya. Kemampuan Sedyatmo Menarik Perhatian perhatian salah satu pejabat tinggi Di Departemen Pekerjaan Umum (PU) Hindia Belanda, Prof. Ir. Bijlaard. Sang profesor meminta insinyur jembatan itu bergabung Di Departemen PU. Ini menjadikan Sedyatmo sebagai orang Jawa pertama yang bekerja Di departemen tersebut.

Setelahnya, prestasi Sedyatmo terus bertambah. Tahun 1953, mengutip koran De locomotief (11 Agustus 1953), dia diangkat menjadi Profesor atau Guru Besar ITB bidang Tenaga Air. Lalu puncaknya Di 1961 Pada melahirkan Pembaharuan konstruksi fondasi “cakar ayam”.

Mengutip koran Berita Yudha (7 Februari 1985), cakar ayam adalah fondasi struktur plat beton bertulang yang dipakai Di tanah tidak stabil. Kelak, temuan Sedyatmo Menyambut paten internasional Di belasan Negeri. Atas dasar ini, namanya Disorot sebagai salah satu insinyur paling berpengaruh Di sejarah Indonesia.

(wur)



Add

logo_svg

as a preferred

source on Google



Artikel ini disadur –> Cnbcindonesia Indonesia: Proyek RI Ini Bikin Belanda Kagum, Ternyata Sempat Tanam Kepala Kerbau

คุณสามารถเข้าสู่ระบบการเรียนรู้และฝึกฝนเทคนิคการเล่นได้ที่ https://pgth.uk.com/ทดลองเล่นสล็อต/