Jakarta, CNBC Indonesia – Indonesia ternyata pernah memanggil seorang tokoh kontroversial yang Didekat Bersama kekuasaan otoriter Sebagai menjadi penasihat ekonomi pemerintah.
Sosok tersebut adalah Hjalmar Schacht, bankir dan ekonom Jerman yang pernah menjadi Pejabat Tingginegara Ekonomi sekaligus orang kepercayaan Adolf Hitler Untuk membangkitkan perekonomian Jerman hingga berhasil ikut tempur Ke Konflik Bersenjata Dunia II.
Pemanggilan Schacht terjadi ketika ekonomi Indonesia Berusaha Mengatasi berbagai persoalan berat Ke dekade 1950-an. Ketidakstabilan Ekonomi tinggi, utang menumpuk, dan Karya produksi belum pulih sepenuhnya. Pemerintah pun mencari sosok berpengalaman yang Disorot mampu Menyediakan jalan keluar Untuk Negeri muda tersebut.
Atas dasar inilah, Pejabat Tingginegara Keuangan Jusuf Wibisono yang dibantu Bersama ekonom Sumitro Djojohadikusumo, Melakukanupaya memanggil Hjalmar Schacht.
Pilihan Pada Schacht bukan tanpa alasan. Mengutip situs Britannica, Schacht lahir Ke 1877 dan menghabiskan sebagian besar hidupnya Ke dunia keuangan dan perbankan. Namanya mulai dikenal ketika dipercaya memimpin Bank Indonesia Jerman, Reichsbank, Ke masa Republik Weimar.
Ke bawah kepemimpinannya, Jerman berhasil keluar Bersama hiperinflasi ekstrem yang menghantam Negeri itu Ke awal 1920-an. Prestasi tersebut membuat reputasi Schacht melambung dan dihormati Ke kalangan ekonom internasional.
Ketika Adolf Hitler dan Partai Nazi naik Ke tampuk kekuasaan Ke Januari 1933, Schacht dipertahankan dan diberi tugas memulihkan Keadaan Ekonomi Negara. Untuk paparan Kajian The Nazi Economy Prepared for War by Exploiting Everyone (2026), Keputusan ekonomi Schacht berhasil menghidupkan kembali industri dan menurunkan angka pengangguran secara drastis.
Untuk kurun 1933-1938, ekonomi Jerman pulih sangat cepat. Lapangan kerja tercapai dan Jerman kembali menjadi kekuatan ekonomi utama Ke Eropa. Akan Tetapi, Prestasi itu justru menjadi awal kebangkitan militerisme Jerman yang berujung Ke Konflik Bersenjata Dunia II.
Pada Hitler bangkit dan mulai memperluas kekuasaan Nazi, Schacht justru Merasakan perbedaan pandangan Bersama atasannya tersebut hingga akhirnya dipecat. Sesudah Konflik Bersenjata Dunia II berakhir, ekonom itu turut diadili Untuk Lembaga Proses Hukum Nuremberg, meski Lalu dibebaskan.
Meski demikian, latar Di Schacht yang kontroversial memicu Ketidak Setujuan Ke Indonesia. Pemberitaan koran Merdeka (6 Agustus 1951), misalnya, mengungkapkan bahwa penolakan muncul Sebab Schacht pernah menjadi Pada Bersama Nazi Jerman dan dikhawatirkan dapat membawa Indonesia Ke Arena Mutakhir.
Pemerintah memahami adanya Ketidak Setujuan tersebut. Akan Tetapi, keahlian Schacht Ke bidang ekonomi tetap diakui dunia internasional meski reputasinya dibayangi kedekatannya Bersama rezim Nazi.
Schacht tiba Ke Indonesia Ke Mei 1951 dan Membahas Situasi perekonomian nasional Pada tiga bulan. Sesudah menyelesaikan tugasnya, dia menyusun laporan berisi sejumlah rekomendasi Untuk pemerintah Indonesia. Ke 3 November 1951, tepat hari ini 75 tahun lalu, Schacht meninggalkan Indonesia.
Untuk laporan berjudul Laporan “Dr. Hjalmar Schacht” (1951), dia Di lain Mendorong pemerintah membuka kesempatan seluas-luasnya Untuk masuknya modal Asing. Sebab, menurutnya, Penanaman Modal Asing Asing menjadi Kunci Perkembangan dan pembangunan ekonomi.
Ke Samping Itu, Schacht meminta pemerintah Menimbang Keputusan pemberian kredit dan lisensi Produk Impor yang dinilainya terlalu royal, memakan banyak biaya, tetapi gagal mencapai tujuan. Dia juga mengusulkan agar sistem sertifikat devisa dihapuskan.
Akan Tetapi, tidak seluruh rekomendasi Schacht dijalankan pemerintah Indonesia. Terutama usul pembukaan modal Asing yang dinilai bertentangan Bersama arah politik luar negeri Indonesia Pada itu.
Meski Disorot bertentangan, kelak saran-saran Schacht itu, terutama soal modal Asing, terbukti menjadi jalan keluar Indonesia meraih Perkembangan ekonomi tinggi.
(mfa)
Artikel ini disadur –> Cnbcindonesia Indonesia: RI Panggil Ekonom Jerman Sebagai Benahi Ketidakstabilan Ekonomi & Utang, Ini Sosoknya!











