Jakarta, CNBC Indonesia – “Bank keju” ternyata bisa menjadi penyelamat ekonomi warga. Ini setidaknya terjadi Di Daerah Emilia-Romagna, Italia utara.
Mengutip CNN Internasional, dilaporkan bagaimana deretan “gudang raksasa” menyimpan ratusan ribu roda keju Parmigiano Reggiano, yang menua perlahan, sekaligus “menabung” nilai ekonomi. Di balik rak kayu yang menjulang tinggi, keju-keju ini bukan sekadar bahan Ketahanan Pangan melainkan aset Keuangan bernilai triliunan Kurs Matauang Nasional.
Ya, Untuk sebagian orang, tempat ini tampak seperti “katedral keju”. Akan Tetapi Untuk peternak dan produsen susu Italia, gudang ini adalah penyelamat arus kas mereka. Parmigiano Reggiano termasuk produk Ketahanan Pangan paling ketat regulasinya Di dunia. Keju ini hanya bisa dibuat Di Daerah terbatas Bersama tiga bahan utama: susu, garam, dan rennet.
Proses pematangannya pun minimal 12 bulan. Justru banyak yang mencapai 24 hingga 40 bulan. Masalahnya, biaya produksi berjalan setiap hari, mulai Bersama pakan ternak, energi, hingga gaji pekerja, Sambil Itu pendapatan Mutakhir masuk setahun Setelahnya Itu. Di sinilah peran sistem “bank keju” menjadi krusial.
“Di Italia, Di 4 juta roda Parmigiano Reggiano diproduksi, dan kami menyimpan 500.000 Di antaranya… pelanggan bisa menggunakan roda tersebut sebagai jaminan Sebagai Merasakan pembiayaan,” ujar kepala Usaha gudang keju Di Credem Bank, Giancarlo Ravanetti, menjelaskan skema unik ini.
Ia menambahkan, gudang tersebut menangani Di 2,3 juta roda per tahun, Bersama nilai simpanan mencapai 325 juta euro atau Di Rp6,54 triliun. Keju dipindai, dicatat Untuk sistem digital, dan dilengkapi “paspor” berisi asal-usul serta tanggal produksi. Setelahnya itu, keju disimpan Untuk Kebugaran suhu, kelembapan, dan aliran udara yang dikontrol ketat.
Staf gudang secara rutin memeriksa setiap roda Sebagai memastikan tidak ada retakan atau cacat. Ke usia 12 bulan, keju diuji Dari Konsorsium Parmigiano Reggiano Lewat metode tradisional, yakni dipukul Bersama Alat Pukul Sebagai mendeteksi cacat internal. Hanya keju Bersama Standar sempurna yang Merasakan cap resmi.
“Segel ini memastikan kepada konsumen bahwa produk tersebut asli dan berkualitas tinggi,” kata juru bicara konsorsium, Fabrizio Raimondi.
Ekosistem Parmigiano Reggiano melibatkan Di 300 produsen dan lebih Bersama 2.000 peternak sapi perah, Bersama total Di 50.000 tenaga kerja. Industri ini Memperoleh nilai omzet lebih Bersama 4 miliar euro atau setara Rp80,82 triliun.
Akan Tetapi, sistem ini bukan tanpa tekanan. Paolo Ganzerli Bersama Granterre, salah satu grup susu terbesar Di Italia, menyebut biaya produksi melonjak tajam Untuk beberapa tahun terakhir.
“Biaya pakan ternak, energi, transportasi, semuanya Meresahkan pesat,” ujarnya. “Tanpa sistem pembiayaan berbasis keju ini, industri Parmigiano Reggiano tidak Berencana bisa eksis.”
Kenaikan biaya tersebut turut Merangsang harga jual. Ke 2025, harga keju usia 12 bulan mencapai 13,22 euro/kg, Sambil Itu keju 24 bulan menyentuh 15,59 euro/kg. Dampaknya, konsumsi domestik Italia turun hingga 10%.
Di sisi lain, pasar Produk Ekspor justru tumbuh. Sebagai pertama kalinya, Produk Ekspor menyumbang lebih Bersama 50% penjualan Dunia. Permintaan Meresahkan Di berbagai Bangsa, termasuk Inggris, Swedia, Kanada, dan Amerika Serikat, Walaupun pasar AS kini diliputi ketidakpastian akibat tarif Pembelian Barang Bersama Luar Negeri yang mencapai 25%.
“Ada ketidakpastian regulasi, banyak pelaku pasar menahan pembelian,” kata Raimondi.
Di Ditengah tantangan itu, Pembaharuan terus berjalan. Ilmu Pengetahuan Rantai Blok kini memungkinkan roda keju dijaminkan Justru Di masih disimpan Di fasilitas produsen, memperluas kapasitas pembiayaan. Konsorsium juga Merangsang sektor Perjalanan Di Luarnegeri, Bersama target kunjungan naik Bersama 85.000 menjadi 300.000 Ke 2029.
Ke akhirnya, Parmigiano Reggiano bukan sekadar keju. Ia adalah simbol Kesejaganan Di Kebiasaan, Standar, dan Pembaharuan Keuangan.
(sef/sef)
Add
as a preferred
source on Google
Artikel ini disadur –> Cnbcindonesia Indonesia: Unik! Bank Keju Karena Itu Penyelamat Industri, Asetnya Tembus Rp6,5 T











