Berkat Ide Cerdas Orang Ini, Warga RI Liburan Nataru Gak Kena Macet




Jakarta, CNBC Indonesia – Di masa liburan Natal dan Tahun Mutakhir (Nataru) seperti sekarang, kereta api menjadi salah satu moda transportasi andalan Kelompok Indonesia. Selain relatif nyaman, kereta api dipilih Lantaran punya jalur sendiri, Agar perjalanan tidak terdampak kemacetan dan bisa ditempuh lebih cepat. 

Tetapi, Di balik kemudahan itu, ada satu sosok penting yang jasanya jarang disadari publik, yakni seorang tentara Belanda bernama J.H.R. Van der Wijk. Di dekade 1840-an, dia mengajukan gagasan kepada pemerintah kolonial Belanda Sebagai membangun jalur kereta api pertama Di Pulau Jawa. Jalur ini direncanakan membentang Di Batavia (Jakarta) hingga Surabaya.

Menariknya, tujuan awal pembangunan kereta api bukanlah Sebagai melayani Kelompok sipil. Kereta api dirancang Untuk kepentingan militer. Bersama adanya jalur rel, perpindahan pasukan dan alat utama sistem persenjataan dapat dilakukan jauh lebih cepat dibandingkan harus melewati jalan darat biasa yang memakan waktu lama. Di Literatur Sejarah Perkeretapian Indonesia 1867-2014 (2015) disebutkan, gagasan serupa juga muncul Di kalangan pengusaha perkebunan Di Jawa. Mereka mengusulkan pembangunan jalur kereta api, khususnya Di Jawa Ditengah, agar distribusi hasil perkebunan dapat berlangsung lebih efisien.

Sebelumnya ada kereta api, pengangkutan hasil kebun merupakan pekerjaan berat dan penuh tantangan. Produk Internasional harus dibawa Bersama tenaga manusia atau hewan melintasi gunung  lembah, hingga menyeberangi sungai. Proses ini jelas memakan waktu lama dan biaya besar.

Meski ide tersebut sudah muncul Dari lama, pemerintah kolonial Mutakhir merealisasikannya Di satu dekade Sesudah Itu. Di 31 Oktober 1852, pemerintah Menyediakan izin kepada perusahaan swasta Sebagai membangun dan mengelola jalur kereta api, termasuk menentukan rutenya sendiri. Di sinilah Sesudah Itu lahir Nederlandsch-Indische Spoorweg Maatschappij (NISM).




Foto: Istimewa via Wikipedia
kereta uap pertama Di Indonesia Kereta api pertama Di Indonesia dibangun tahun 1867 Di Semarang Bersama rute Samarang NIS-Tanggung yang berjarak 26 km, atas permintaan Raja Willem I Sebagai keperluan militer Di Semarang maupun hasil bumi Hingga Gudang Semarang. Sesudah Itu Di melayani kebutuhan Akansegera pengiriman hasil bumi Di Indonesia, maka Pemerintah Kolonial Belanda Dari tahun 1876 telah membangun berbagai jaringan kereta api, Bersama muara Di pelabuhan Tanjung Priok Jakarta dan Tanjung Perak Surabaya.

NISM Memperoleh mandat membangun jalur kereta api Semarang-Yogyakarta serta Batavia-Bogor. Tetapi, jalur Di Jawa Ditengah menjadi proyek yang lebih dulu rampung. Di 17 Juni 1864, Gubernur Jenderal Baron Sloet van den Belle meresmikan jalur kereta api pertama Di Jawa Bersama rute Semarang-Yogyakarta. Di Di Yang Sama, jalur Batavia-Bogor Mutakhir mulai beroperasi Di 21 Mei 1873.

Dari Di itu, gagasan yang dicetuskan Di 1840-an mulai terbukti manfaatnya. Kereta api mempercepat distribusi hasil perkebunan sekaligus mempermudah mobilisasi militer. Ketergantungan Di tenaga manusia dan hewan pun berkurang drastis, digantikan Bersama sarana transportasi modern yang mampu menghubungkan pedalaman Jawa Bersama pusat-pusat ekonomi.

Tak hanya itu, keberadaan jalur kereta api juga Mendorong Kemajuan Area Di sekitarnya. Banyak desa Merasakan perkembangan ekonomi, Sambil infrastruktur jalan mulai dibenahi Untuk menunjang akses Ke stasiun. Seiring waktu, fungsi kereta api pun meluas, tak lagi sebatas mengangkut Produk Internasional, tetapi juga penumpang.

Sejarawan Rudolf Mrazek Di Engineer of Happyland (2006) mencatat, Kelompok Di era kolonial Bersama cepat menjadikan kereta api sebagai transportasi Unjuk. Di momen-momen besar, stasiun selalu dipenuhi penumpang, termasuk Di liburan. Kereta api dipandang sebagai moda transportasi yang mampu membawa orang bepergian Bersama lebih cepat dan lancar.

(mfa/mfa)

Artikel ini disadur –> Cnbcindonesia Indonesia: Berkat Ide Cerdas Orang Ini, Warga RI Liburan Nataru Gak Kena Macet