Jakarta, CNBC Indonesia – Indonesia merupakan salah satu pasar busana muslim terbesar Ke dunia. Banyaknya merek lokal yang bermunculan hingga masuknya brand internasional membuat persaingan Ke industri ini Lebih ketat. Alhasil, Pelaku Ekonomi Kecil lokal perlu Memperoleh diferensiasi dan uniqueness yang jelas agar mampu bertahan dan berkembang.
Ke Antara Pelaku Ekonomi Kecil yang hadir menjawab kebutuhan tersebut adalah YUSUF.IND milik Hendra Mochamad Yusuf. Berdiri Ke 2022, Yusuf melihat masih banyak produk lokal berkualitas tetapi kesulitan bersaing Sebab kurang Memperoleh identitas yang kuat. Ke sisi lain, Permasalahan limbah fesyen dan dampak fast Trend Pada lingkungan juga menjadi perhatian utama Yusuf Di membangun bisnisnya.
“Banyak produk lokal sebenarnya bagus, tetapi tidak punya positioning yang kuat. Untuk itu YUSUF.IND hadir Untuk menjawab semua tantangan Bersama mengangkat sustainability Trend dan Memperkenalkan desain modern,” ujar Yusuf, dikutip Minggu (4/1/2026).
Ciri khas YUSUF.IND terletak Ke penggunaan tenun Baduy yang dipadukan Bersama gaya modern, Mewah, dan bernuansa Arabic look. Palet warnanya pun dipilih Bersama makna khusus, mulai Bersama hitam Mewah, biru khas Baduy, hingga warna-warna bumi. Setiap karya membawa narasi tentang suku Baduy yang memperkuat identitas brand serta mendukung pelestarian Kearifan Lokal Dunia dan promosi wisata lokal.
Selain Memperkenalkan desain yang unik, YUSUF.IND juga berkomitmen menjaga Ketahanan Kearifan Lokal Dunia Melewati pemberdayaan penjahit lokal dan pemanfaatan limbah kain Untuk produk turunan.
Diketahui, Di dua tahun perjalanan bisnisnya, YUSUF.IND telah dipasarkan Ke berbagai kota besar seperti Jakarta, Bandung, Surabaya, Medan, Makassar, Banjarmasin, Palembang, Samarinda, dan Yogyakarta. Bukan Hanya Itu, produknya juga mulai Memikat pembeli internasional Melewati pengiriman berbasis pesanan Di Malaysia, Brunei Darussalam, Singapura, dan Hong Kong.
“Penjualan dilakukan Melewati jaringan reseller yang tersebar Ke seluruh Indonesia. Setelahnya Itu, kita optimalkan Ke marketplace dan media sosial. Di ini kapasitas produksi YUSUF.IND mencapai 200-400 pcs per bulan, dan omzet Meresahkan signifikan Di musim Ramadan,” ucapnya.
Yusuf juga menyebut bahwa keberhasilannya ini tak lepas Bersama ekosistem pendampingan Pelaku Ekonomi Kecil BRI, dia mengikuti Rumah BUMN Jakarta Ke 2023. Setelahnya itu, YUSUF.IND terus aktif mengikuti beragam pelatihan dan pemberdayaan Bersama BRI, termasuk Growpreneur by BRI Ke 2024 guna memperkuat kapasitas usaha dan memperluas jangkauan pasar.
Melewati pendampingan tersebut, Yusuf mengungkapkan bahwa banyak manfaat yang ia dapatkan, mulai Bersama pelatihan branding, keuangan, persiapan Penjualan Barang Di Luar Negeri, hingga kesempatan tampil Di pameran seperti BRI Pelaku Ekonomi Kecil EXPO(RT) Untuk memperluas jejaring buyer, komunitas Pelaku Ekonomi Kecil dan mentor Usaha.
“Pendampingan BRI membantu kami Memperbaiki Mutu manajemen usaha sekaligus memperluas eksposur produk Di pasar yang lebih luas. Kami juga Memperoleh Kemungkinan pembiayaan Untuk scale-up usaha. Ini sangat berarti Untuk perkembangan jangka panjang YUSUF.IND,” kata Yusuf.
Ke kesempatan terpisah, Corporate Secretary BRI Dhanny juga menegaskan bahwa BRI Akansegera terus memperkuat perannya Di pemberdayaan Pelaku Ekonomi Kecil agar naik kelas.
“BRI berkomitmen mendukung Pelaku Ekonomi Kecil Melewati pendampingan, pelatihan, akses pembiayaan, hingga perluasan pasar. Upaya ini kami jalankan secara berkelanjutan agar Pelaku Ekonomi Kecil dapat tumbuh lebih kuat dan berdaya saing sampai Di level Internasional,” ujarnya.
(rah/rah)
Artikel ini disadur –> Cnbcindonesia Indonesia: Diberdayakan BRI, Pelaku Ekonomi Kecil Busana Muslim Ini Buktikan Kekuatan Merek Lokal











