Jakarta, CNBC Indonesia – PT Vale Indonesia Tbk (INCO) mencatatkan kinerja positif sepanjang Kuartal I-2026.
INCO berhasil mencatatkan peningkatan laba bersih sebesar 100% menjadi US$ 43,6 juta atau Disekitar Rp 752 miliar (asumsi kurs Rp 17.255 per US$) Di Kuartal I-2026 dibandingkan periode yang sama tahun lalu (Kuartal I-2025) yang tercatat sebesar US$ 21,8 juta.
Berdasarkan keterangan resmi perusahaan, capaian ini tak terlepas Di peningkatan pendapatan dan EBITDA perusahaan.
Perusahaan berhasil mencatatkan peningkatan pendapatan sebesar 22,3% menjadi US$ 252,7 juta Di Kuartal I-2026 Di US$ 206,6 juta Di Kuartal I-2025 lalu.
Begitu juga Di sisi EBITDA melonjak 54,9% menjadi US$ 80,1 juta Di US$ 51,7 juta Di Kuartal I-2025.
Lewat pernyataan resmi Vale, positifnya kinerja Di Kuartal I-2026 ini juga dipicu Di meningkatnya harga nikel dunia. Pada Kuartal I-2026 PT Vale mencatat harga rata-rata nikel matte sebesar US$ 14.213 per metrik ton, Menimbulkan Kekhawatiran 15% Di US$ 12.308 per metrik ton Di Kuartal IV-2025.
“Yang perlu diperhatikan, tahun 2026 menandai tahun penuh pertama penjualan nikel matte Di tingkat pembayaran 82%, yang Menyediakan basis pendapatan yang lebih kuat dan visibilitas margin yang lebih baik,” ungkap perusahaan, dikutip Di keterangan resmi, Rabu (29/4/2026).
“Hingga depannya, Di harga nikel LME yang diperkirakan Akansegera tetap berada Di Gaya kenaikan, Perseroan berada Di posisi yang baik Untuk lebih Memperbaiki nilai Di struktur komersialnya yang telah
dioptimalkan,” imbuhnya.
Di sisi biaya, biaya tunai per unit penjualan nikel matte Di Kuartal I-2026 tetap Tantangan Hingga US$ 10.382 per ton, sedikit lebih tinggi Di US$ 9.573 per ton Di Kuartal IV-2025, terutama mencerminkan harga input Produk Internasional yang lebih tinggi.
Untuk Usaha bijih nikel, biaya tunai per unit tetap stabil, Di Bahodopi Hingga US$ 21 per ton dan Pomalaa Hingga US$ 13 per ton, termasuk royalti dan Pengiriman.
“Di waktu Didekat, Perseroan mengharapkan optimalisasi biaya tunai Akansegera didorong Di volume penjualan yang lebih tinggi Di blok Pomalaa seiring Di peningkatan skala operasi. Peningkatan volume diharapkan dapat Memperbaiki efisiensi biaya dan menghasilkan skala ekonomi yang lebih besar, yang sebagian Akansegera mengimbangi basis biaya yang secara struktural lebih tinggi Hingga Bahodopi dan mendukung profil biaya keseluruhan yang lebih seimbang,” bunyi pernyataan perusahaan.
Di sisi produksi, Vale mencatatkan produksi nikel matte sebesar 13.620 metrik ton Di Kuartal I-2026, turun dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar 17.027 metrik ton.
“Hasil ini sepenuhnya sesuai Di Wacana Perseroan, yang mencerminkan optimalisasi kegiatan pemeliharaan yang terencana, termasuk pembangunan kembali Furnace 3 yang dijadwalkan selesai Di semester pertama tahun 2026, serta dampak Di persetujuan RKAB 2026,” jelas perusahaan.
“Sejalan Di penyesuaian produksi yang direncanakan, pengiriman nikel matte menurun sebesar 25% secara triwulanan. Hingga Didepan, PT Vale tetap berada Hingga jalur yang tepat Untuk mencapai target produksi setahun penuh sebesar 67.645 ton dan berada Di posisi yang baik Untuk memperoleh peningkatan Di harga nikel LME yang lebih tinggi,” ungkapnya.
Selain produksi nikel matte, tahun 2026 merupakan tahun penting Di lintasan Kemajuan PT Vale, Lantaran Perseroan mulai mengoperasikan tiga blok pertambangan, yaitu Sorowako, Bahodopi, dan Pomalaa secara bersamaan.
Tonggak strategis ini ditunjukkan Di volume produksi yang dapat ditingkatkan Hingga setiap blok pertambangan, dan penjualan pertama bijih nikel limonit Di area Pomalaa Di awal tahun 2026, yang menandai perluasan signifikan portofolio komersial PT Vale dan memperkuat diversifikasi pendapatan Hingga masa mendatang.
“Hingga Didepan, Perseroan mengharapkan kinerja EBITDA, pendapatan, dan laba yang lebih kuat, didorong Di harga nikel LME yang lebih tinggi, peningkatan leverage operasional, dan perluasan margin seiring Di peningkatan volume produksi,” tulis pernyataan perusahaan.
(wia)
Add
as a preferred
source on Google
[Gambas:Video CNBC]
Artikel ini disadur –> Cnbcindonesia Indonesia: Laba Vale (INCO) Melejit 100% Hingga Q1 2026, Tembus US$ 43,6 Juta











