loading…
Kabar buruk menghantam pasar Ketahanan Pangan Internasional. Produsen gula terbesar Ke dunia, India resmi Mengeluarkan pelarangan Produk Ekspor gula mulai hari ini hingga 30 September 2026. Foto/Dok
Keputusan ini diperkirakan Berencana memicu guncangan hebat Ke harga gula internasional yang Di ini sudah berada Di Gaya reli (kenaikan). Untuk konsumen Internasional, Aturan ini adalah sinyal bahaya Untuk stabilitas harga bahan pokok Ke Perabot makan mereka.
Efek El Nino Bikin Produksi Gula India Terjun Bebas
Pemerintah India terpaksa menekan tombol darurat Setelahnya proyeksi panen tebu Menunjukkan angka yang mengkhawatirkan. Kejadian Luar Biasa cuaca El Nino menyebabkan curah hujan monsun berada Ke bawah rata-rata, menghantam jantung perkebunan tebu Bangsa tersebut.
Baca Juga: India Berencana Setop Produk Ekspor Gula, RI Antisipasi Lonjakan Harga
Data statistik Menunjukkan penurunan yang signifikan, ketika India memerlukan Di 26-28 juta ton gula per tahun. Sambil produksi gula diperkirakan anjlok menjadi 25,8 juta ton Untuk musim 2024-2025 -angka yang Justru tidak cukup Untuk menutupi kebutuhan rakyatnya sendiri.
Di Catatan 11 juta ton Ke 2021, Produk Ekspor India terus merosot tajam hingga hanya tersisa 900.000 ton Ke periode terakhir Sebelumnya larangan ini berlaku.
Selain cuaca, Konflik Bersenjata Ke Iran juga mempengaruhi prospek sektor gula Lantaran kekhawatiran Yang Berhubungan Bersama Pembelian Barang Di Luar Negeri pupuk. Timur Ditengah menyumbang Di setengah Di Pembelian Barang Di Luar Negeri pupuk India.
Arab Saudi dikenal sebagai pemasok terbesar diammonium phosphate Untuk India, dan Oman adalah pemasok urea terbesar. Kekhawatiran juga muncul Di kelangkaan Barang Dagangan Energi cair, bahan baku utama Untuk produksi urea. Diketahui Qatar merupakan adalah pemasok LNG Pembelian Barang Di Luar Negeri terbesar Untuk India.
Artikel ini disadur –> Sindonews Indonesia News: India Resmi Larang Produk Ekspor Gula hingga September 2026, Awas Fluktuasi Harga











