Ngeri! AI Milik OpenAI Kabur dan Serang Platform Lain Pada Uji Coba

Jakarta

Pembuatan kecerdasan buatan (AI) masih saja diikuti Di kejadian miring. OpenAI Terbaru-Terbaru ini mengakui model buatan mereka kabur dan melakukan serangan siber Di pihak lain. Kok, Karena Itu ngeri nih.

Dilansir Di AP, Senin (27/7/2026) ada insiden mengejutkan Pada OpenAI menguji kemampuan siber dua model AI canggihnya, yakni GPT-5.6 Sol dan satu model prarilis yang lebih kuat. Keduanya sengaja diberi pembatas Keselamatan yang lebih longgar agar peneliti dapat mengukur kemampuan AI Di menemukan dan mengeksploitasi celah Keselamatan sistem.

Akan Tetapi hasilnya Ke luar dugaan. AI itu berhasil menemukan celah (zero-day vulnerability) Ke lingkungan sandbox tempat pengujian berlangsung, Sesudah Itu keluar Di Duniamaya dan menyerang Hugging Face, platform yang menjadi Rumah Bagi jutaan model AI open source. AI tersebut Malahan menggunakan kredensial yang dicuri dan menjalankan rangkaian serangan otomatis Sebagai memperoleh jawaban atas pengujian yang Di dijalankannya.


SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

OpenAI menyebut kejadian ini sebagai insiden siber yang belum pernah terjadi Sebelumnya. Menurut OpenAI, tindakan AI tersebut tidak diperintahkan secara langsung Di manusia, melainkan merupakan hasil Di upaya model menyelesaikan tugas yang diberikan Di segala cara yang Disorot paling efektif.

Serangan itu pertama kali terdeteksi Di Hugging Face. CEO Hugging Face, Clément Delangue, mengatakan mereka menemukan puluhan ribu Kegiatan otomatis yang dilakukan sebuah agen AI otonom hingga akhirnya berhasil dibendung Sebelumnya menimbulkan dampak yang lebih luas.

“Kami curiga serangan siber ini Di lab canggih Lantaran agennya sangat mutakhir. Dan ternyata benar,” kata Delangue.

Sesudah penyelidikan bersama, OpenAI mengakui bahwa agen tersebut digerakkan Di model AI miliknya. Hugging Face dan OpenAI menghabiskan waktu 24 jam membereskan masalah ini. Insiden ini pun memicu kekhawatiran Ke kalangan pemerhati AI.

“Ini harus Karena Itu peringatan Sebagai tidak membuat mereka Karena Itu lebih pintar dan ini Mungkin Saja butuh kolaborasi Internasional,” kata Nate Soares, penulis Bacaan ‘If Anyone Builds It, Everyone Dies’.

Co-founder dan CEO i-GENTICAL, Zahra Timsah mengatakan insiden ini Karena Itu bisa Karena Itu tekanan Sebagai OpenAI dan perusahaan sejeni agar tidak main-main Di model AI. Setiap model harus diuji serius dan menyeluruh Di ruang digital khusus, Sebelumnya bisa dipakai publik Di aman. Sekadar investigasi kejadian insiden tidaklah cukup.

“Ibarat sabuk pengaman, airbag, rem dll Ke Kendaraan Pribadi. Semua mestinya dicek Sebelumnya Kendaraan Pribadi dipakai,” kata Timsah.

Yoshua Bengio, salah satu pelopor AI modern Di Universitas Montreal, menyebut kejadian ini sebagai alarm keras Bagi industri. Para peneliti menilai kemampuan AI menemukan jalur serangan Terbaru tanpa akses Di kode sumber Menunjukkan bahwa model generasi terbaru telah mencapai tingkat kecakapan siber yang jauh melampaui Prediksi Sebelumnya.

“Kita perlu segera Membahas tindakan Sebagai mencegah situasi ini, daripada mencoba memperbaiki kerusakan Sesudah kejadian,” kata Bengio.

OpenAI menegaskan pihaknya telah memperkuat sistem pengamanan lingkungan pengujian dan bekerja sama Di Hugging Face Sebagai memperbaiki celah yang dimanfaatkan AI tersebut. OpenAI juga Berkata Berencana terus Menimbang metode pengujian agar kemampuan AI yang Lebih tinggi tetap diimbangi Di sistem pengamanan yang memadai.

(fay/ask)



Artikel ini disadur –> Detik.com Indonesia Berita: Ngeri! AI Milik OpenAI Kabur dan Serang Platform Lain Pada Uji Coba

คุณสามารถเข้าสู่ระบบการเรียนรู้และฝึกฝนเทคนิคการเล่นได้ที่ https://pgth.uk.com/ทดลองเล่นสล็อต/