Jakarta, CNBC Indonesia – CEO Nvidia Jensen Huang buka suara soal pengenaan Pajak Lainnya Untuk orang kaya sedunia sesuai Bersama aturan Bersama California, Amerika Serikat (AS). Dia mengaku tak masalah Bersama potensi Pajak Lainnya yang harus dibayarkan mencapai US$7,75 miliar atau Rp 134 triliun(asumsi kurs Rp 17.300 US$).
Catatan CNBC Indonesia Ke awal Januari lalu, kekayaan Huang mencapai US$155 miliar. Artinya dia Berpotensi Untuk terkena kewajiban Pajak Lainnya US$7,75 miliar, Sebab aturan Pajak Lainnya California sebesar 5% Untuk individu Bersama kekayaan US$1,1 miliar.
Huang mengatakan tidak pernah memikirkan soal aturan itu. Dia juga memastikan Berencana membayar sesuai Bersama Syarat Sebab memilih tinggal Hingga area California.
“Kami memilih tinggal Hingga Silicon Valley, dan berapa pun Pajak Lainnya yang ingin diterapkan, tidak masalah Untuk saya,” jelas Huang.
Sikap yang ditunjukkan Huang berbeda Bersama miliarder lainnya. Palmer Luckey, pendiri Anduril mengatakan usulan Pajak Lainnya itu Berencana memaksa para miliarder Untuk menjual sebagian besar perusahaan agar bisa membayar Pajak Lainnya.
“Sekarang saya dan rekan-rekan pendiri saya harus mencari uang tunai miliaran Matauang Asing,” tulisnya Di sebuah posting Ke 28 Desember Hingga platform media sosial X.
Ke Pada Yang Sama, pemodal ventura dan salah satu pendiri Sun Microsytems Vinod Khosla mengatakan Pajak Lainnya kekayaan Berencana membuat orang-orang kaya itu kabur Bersama California.
Aturan soal Pajak Lainnya ini telah diusulkan Dari November 2025. Serikat pekerja sektor Keadaan dan sejumlah legislator progresif AS mendukung aturan yang menyasar 200 orang terkaya Hingga dunia.
Bersama aturan itu setidaknya pemerintah California bisa mengantongi penerimaan Pajak Lainnya hingga US$100 miliar. Rencananya dana itu Berencana digunakan Untuk menutup defisit Biaya Keadaan yang membengkak Sebab pemangkasan belanja federal, serta membiayai Belajar publik dan Inisiatif Dukungan Kelaparan Global.
Banyak yang mendukung inisiatif itu, Bersama lebih Bersama 870 ribu tanda tangan masuk Di pemungutan suara November lalu Untuk memberlakukan aturan.
Pengenaan Pajak Lainnya Berencana berlaku Untuk seluruh aset bernilai ekonomis, seperti saham dan kepemilikan Usaha. Syarat ini tetap Berencana berlaku meski wajib Pajak Lainnya pindah awal 2026 lalu.
Aset properti Berencana dikecualikan Sebab telah dikenakan Di Pajak Lainnya properti. Ke Pada Yang Sama pemerintah setempat membuka kesempatan pembayaran Pajak Lainnya dibayar Bersama cicilan hingga lima tahun.
(fsd/fsd)
Add
as a preferred
source on Google
[Gambas:Video CNBC]
Artikel ini disadur –> Cnbcindonesia Indonesia: Mau Ditarik Pajak Lainnya Rp134 T, Taipan Ini Kasih Respons Tak Terduga











