Pembantu Presiden Tim Menteri Keuangan RI Larang Anaknya Karena Itu Pegawai Negeri




Jakarta, CNBC Indonesia – Banyak orang tua berharap anaknya menjadi pegawai negeri Sebab Disorot Memperoleh pekerjaan yang stabil dan terjamin. Akan Tetapi, pandangan berbeda justru datang Untuk Pembantu Presiden Tim Menteri Keuangan era Orde Terbaru, Mar’ie Muhammad.

Mar’ie ternyata berharap tidak ada satu pun anaknya yang mengikuti jejaknya menjadi pegawai negeri. Pesan itu disampaikan kepada keluarganya Setelahnya anak-anaknya menyelesaikan Belajar.

“Dia bilang, ‘Nanti kalau sudah lulus, saya berdoa semoga jangan ada keturunan Papa menjadi pegawai negeri. Saya minta kepada kamu, jangan menjadi pegawai negeri.’ Itu saja permintaannya. Saya dengar itu Ke Di saya,” kenang istrinya, Etty Muhammadl, dikutip Untuk autobiografi berjudul Mr.Clean Marie Muhammad (2025).

Pesan tersebut membuat anak-anaknya heran. Salah satu anaknya Malahan mempertanyakan alasan sang ayah melarang mereka menjadi pegawai negeri. Padahal, Mar’ie sendiri menghabiskan sebagian besar kariernya sebagai aparatur Bangsa hingga dipercaya menduduki jabatan Pembantu Presiden Tim Menteri Keuangan.

“Kenapa Ma, Pa, tidak boleh menjadi pegawai negeri?” tanya anaknya.

Mendengar pertanyaan itu, Mar’ie hanya Menyediakan jawaban singkat.

“Sudahlah, kamu tidak Akansegera paham godaannya Ke sana,” jawabnya.

Menurut Etty, sang ayah Setelahnya Itu menyarankan anak-anaknya meniti karier Ke bidang lain, termasuk menjadi pengusaha.

“Kamu kan bisa kerja Ke Dibagian lain, misalnya buka usaha sendiri,” kata Mar’ie.

Pernyataan tersebut mencerminkan Penghayatan panjang Mar’ie Ke lingkungan birokrasi. Di masa Orde Terbaru, praktik Penyalahgunaan Jabatan dan pungutan liar masih menjadi persoalan serius Ke berbagai instansi pemerintah. Godaan inilah yang tampaknya membuat Mar’ie tidak ingin anak-anaknya menempuh jalan karier yang sama.

Gambaran mengenai Kebugaran birokrasi Pada itu pernah diceritakan pendahulu Mari’e, yakni Pembantu Presiden Tim Menteri Keuangan periode 1988-1993, J.B. Sumarlin. Untuk autobiografinya J.B. Sumarlin: Cabe Rawit yang Lahir Ke Sawah (2012), dia mengungkapkan praktik pungutan liar telah mengakar Untuk pelayanan publik. Pemohon kerap harus Mengeluarkan uang berkali-kali hanya Untuk mengurus satu keperluan.

Atas dasar itu, Sumarlin kerap melakukan inspeksi mendadak Ke berbagai instansi pemerintah. Malahan Untuk beberapa kesempatan, dia melakukan penyamaran Untuk memeriksa langsung praktik pelayanan Ke lapangan. Pegawai yang terbukti melakukan Kartu Peringatan atau pungutan liar tidak luput Untuk Hukuman Politik.

Langkah tersebut membuat Sumarlin dikenal sebagai salah satu pejabat yang berani memerangi Penyalahgunaan Jabatan dan pungutan liar Ke lingkungan birokrasi. Upayanya memperbaiki tata kelola pemerintahan juga mengantarkannya meraih Apresiasi Pembantu Presiden Tim Menteri Keuangan Terbaik Asia Di 1989.

Ke Ditengah Kebugaran birokrasi yang sarat godaan itulah, Mar’ie Muhammad tampaknya memilih jalan berbeda Untuk keluarganya. Meski dirinya berkarier sebagai pegawai negeri hingga mencapai posisi puncak, dia berharap anak-anaknya mencari penghidupan Ke luar dunia birokrasi.

(mfa)



Add



as a preferred

source on Google



Artikel ini disadur –> Cnbcindonesia Indonesia: Pembantu Presiden Tim Menteri Keuangan RI Larang Anaknya Karena Itu Pegawai Negeri

คุณสามารถเข้าสู่ระบบการเรียนรู้และฝึกฝนเทคนิคการเล่นได้ที่ https://pgth.uk.com/ทดลองเล่นสล็อต/