Jakarta, CNBC Indonesia – Siapa yang tak terpikat Didalam sosok pria berwibawa, mengaku bangsawan, kaya raya, serta fasih bicara soal agama dan masa Di? Bagi banyak keluarga, pria seperti ini tentu tampak seperti Kandidat suami idaman.
Akan Tetapi, Bagi Sabidin, semua itu hanyalah modal Sebagai menipu. Pria asal Yogyakarta tersebut mengaku sebagai bangsawan kaya raya dan Malahan mengatakan Memperoleh simpanan 12 ribu gulden Hingga bank. Jika dikonversikan berdasarkan standar emas Ke masa itu, jumlah tersebut setara Disekitar 7,26 kilogram emas atau Disekitar Rp18,9 miliar jika dihitung menggunakan harga emas Pada ini.
Didalam cerita tersebut, Sabidin berhasil membuat banyak orang, termasuk perempuan, percaya. Menurut koran Java Bode (18 Agustus 1888), Sabidin merupakan seorang pelaut. Ia pernah berlayar hingga Jepang dan Paris. Pada kontraknya selesai, Sabidin tinggal Hingga Kramat, Batavia.
Hingga sana, ia berkenalan Didalam seorang pensiunan pejabat Lebak bernama Djajakoesoemah. Ketika ditanya mengenai asal-usulnya, Sabidin mengaku berasal Di Anyer. Ia Setelahnya Itu Menunjukkan diri sebagai orang berdarah biru, Didalam tutur kata sopan, pembawaan Damai, serta kemampuan membaca ayat-ayat Al-Quran.
Djajakoesoemah lantas menyebut Sabidin sebagai “Pangeran Timur”, sebutan yang dikaitkan Didalam anak Sultan Banten terakhir yang diasingkan Hingga Surabaya Ke 1850.
Sabidin Setelahnya Itu memanfaatkan sebutan tersebut Sebagai membangun identitas palsu. Ketika dibawa Djajakoesoemah menghadap Bupati Serang, ia Memperkenalkan diri dan bersikap seperti seorang pangeran.
Hasilnya, Sabidin langsung diperlakukan layaknya bangsawan sungguhan. Ia dihormati, diberi uang, dijamu setiap hari, Malahan diperbolehkan menumpang tinggal Hingga Rumah para tokoh tanpa Menerbitkan biaya.
“Dia pun menjalani hidup Didalam nyaman dan gratis,” ungkap koran Java Bode.
Tak berhenti Hingga situ, Sabidin meminta surat identitas Terbaru kepada Bupati Serang. Di surat tersebut, namanya dicantumkan sebagai “Haji Maulana Timur”.
Berbekal identitas itu, ia mulai menjelajah berbagai kota Hingga Jawa, seperti Bogor, Bandung, Majalengka hingga Cianjur. Hingga setiap kota, pola yang dilakukannya hampir sama. Ia datang Didalam membawa citra sebagai orang terpandang, Setelahnya Itu Merasakan penghormatan, jamuan dan tempat tinggal secara cuma-cuma.
Sabidin Setelahnya Itu menggunakan status tersebut Sebagai mendekati perempuan. Kepada keluarga Kandidat istrinya, ia mengaku sebagai bangsawan kaya raya Didalam simpanan besar Hingga bank.
Menurut laporan de Locomotief (24 Agustus 1888), Sabidin mengaku Memperoleh 12 ribu gulden Hingga bank.
“Dalihnya punya 12 ribu gulden Hingga bank,” ungkap de Locomotief.
Waktu itu, 1 gulden Disekitar 0,6048 gram emas murni. Didalam Sebab Itu, 12 ribu gulden setara Disekitar 7.257,6 gram atau 7,26 kilogram emas. Jika dikonversi Hingga masa sekarang, maka nilainya setara Rp18,86 miliar.
Cerita tentang kekayaan itu rupanya cukup Sebagai membuat sejumlah keluarga percaya. Sabidin tercatat menikahi Sapirah, putri Djajakoesoemah Hingga Serang. Hingga Priangan, ia menikahi anak seorang pejabat. Sambil Itu Hingga Cirebon, ia menikahi putri Haji Talka, salah satu ulama ternama.
Akan Tetapi, kebohongan Sabidin akhirnya mulai terbongkar.
Kecurigaan datang Di Residen Bandung, Van Vleuten. Ia memeriksa dokumen Sabidin dan menemukan kejanggalan. Penyelidikan Setelahnya Itu dilakukan lintas Daerah hingga identitas pria tersebut Lebih Diperjuangkan.
Sabidin akhirnya dibawa menghadap bangsawan Banten. Hingga hadapan mereka, cerita tentang dirinya sebagai seorang pangeran mulai runtuh Lantaran tak ada satu pun bangsawan yang mengenalnya.
Polisi Setelahnya Itu Menahan Sabidin Ke 29 April 1884 dan membawanya Hingga Lembaga Proses Hukum Hingga Surabaya. Didalam hakim, ia dijatuhi hukuman empat tahun kerja paksa atas Peristiwa Pidana Hukum Mengelabui Orang Lain Didalam berpura-pura menjadi bangsawan.
(mfa/luc)
Artikel ini disadur –> Cnbcindonesia Indonesia: Pria Asal Yogya Tipu Banyak Wanita, Ngaku Punya Rp18 M Hingga Bank











